Mata kuliah ilmu budaya dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai – nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia setiap hari nya.

Kegunaan mata kuliah ini adalah agar lulusan perguruan tinggi kita dari semua jurusan mempunyai satu kesamaan bahan pembicaraan. Diharapkan agar mata kuiah ini dapat menjadi semacam “lingua franca”( “bahasa pengantar” atau “bahasa pergaulan” di suatu tempat di mana terdapat penutur bahasa yang berbeda-beda.).dari para akademisi dari berbagai lapangan ilmiah.

Dengan mendapat mata kuliah ilmu budaya dasar mahasiswa nanti nya diharapkan memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia pada umum nya, dan menimbulkan minat mendalaminya lebih lanjut. Salah satu sifat penting mata kuliah ini adalah memberika dasar – dasar yang cukup kuat kepada mahasiswa untuk mencari hubungan segala segi kebudayaan dalam hubungan usaha yang tersu – menerus mencari kebenaran, keindahan, kebebasan, dalam berbagai bentuk

Jadi secara singkat dapatlah dikatakan setelah mendapat mata kuliah ini mahasiswa diharapkan memperlihatkan :

1. Minat kebiasaan menyelidiki apa yang terjaid di sekitar nya dan di lingkungan luar.
2. Kesadaran akan pola – pola yang dianutnya
3. Keraelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai – nilai yang dianutnya
4. keberanian moral untuk mepertahanakan nilai – nilai yang dirasanya sudah dapat dipertanggung jawabkan.

Secara khusus MKDU bertujuan menghasilkan warga Negara sarjana berkualifikasi sebagai berikut:

1. Berjiwa pancasila
2. Taqwa terhadap tuhan yang maha esa
3. memiliki wawasan yang komperhensif dan pendekatan integral
4. Memiliki wawasan yang luas tentang kebudayaan masyarakat

Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep – konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah – masalah manusia dan kebuadayaan.

Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokan dalam 3 kelompok besar,yaitu :

1. Ilmu – ilmu alamiah
2. Ilmu – ilmu social
3. Pengetahuan budaya

Adapun masalah budaya dan masalah kemanusian :

1. Masalah budaya : mengenai perubahan system nilai budaya
2. Masalah manusia : mengenai akibat negatif dari perubahan sistem nilai budaya

Dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah ILMU BUDAYA DASAR. Kedua msalah pokok tersebut ialah:

1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya ( The Humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi akan beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Dalam melihat dan menghadapi lingkungan alam, sosial dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, akan tetapi juga ketidak seragaman yang diungkapkan secara tidak seragam, sebagaiman yang terlihat ekspresinya dalam berbagi bentuk dan corak ungkapan, pikiran dan perasaan, tingkah laku dan hasil kelakuan mereka.

Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat terkait erat satu sama lain. Dalam uraian ini lita akan mencoba membahasa tentang pengertian – pengertian dasar tentang manusai dan kebudayaan.

A. MANUSIA

Manusia di alam dunia ini memegang perana yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Tetapi siapakah manusia itu sebenar nya? Oleh karena itu kita akan mencoba menerangkan siapa manusia dari unsur – unsur manusia.

Ada dua pandangan yang akan menjelaskan tetang unsur – unsur yang membangun manusia.

a. Manusia terdiri 4 unsur yang saling terkait, yaitu :

* Jasad
* Hayat
* Ruh
* Nafas

b. Manusia sebagai satu kepribadian memeiliki 3 unsur, yaitu :

* ld atau libido murni, merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak tampak.
* Ego, merupakan kepribadian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari ld
* Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir.

Manusia mememiliki dua perasaan yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani :

a. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindera,tingkat nya rendah dan terdapat pada manusia dan binatang

1. Perasaan rohani adalah persaan luhur yang hanya terdapat pada manusia, misal nya :
* perasaan intelektual
* perasaan estetis
* perasaan etis
* perasaan diri
* perasaan social
* persaan religius

B. HAKEKAT MANUSIA

1. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
2. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lain nya.
3. Makhluk biokultural,yaitu makhluk hayati yang paling budayawi
4. Makhluk ciptaan Tuhan yang terkikat dengan lingkungan, mempunya kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

C. PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Kebudayaan memiliki banyak definisi yang dikemukakan oleh banyak sarjana – sarjana social di seluruh dunia. Dari berbagai definisi, saya mengambil satu definisi dari seorang sarjana social yaitu Koentjaraningrat. Menurut Koentjaraningrat kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.

D. UNSUR – UNSUR KEBUDAYAAN

C.kluckhohn dalam karyanya bejudul Universal Categories of Cultures mengemukakan, bahwa ada 7 kebudayaan universal, yaitu :

1. Sistem religi
2. Sistem oraganisasi kemasyarakatan
3. Sistem pengetahuan
4. Sistem mata pencaharian hidup dan system – system ekonomi
5. Sistem teknologi dan peralatan
6. Bahasa
7. Kesenian

E. WUJUD KEBUDAYAAN

Menurut dimensi wujud nya, kebudayaan mempunyai 3 wujud, yaitu :

1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia
2. Kompleks Aktivitas
3. wujud sebagai benda

F. ORIENTASI NILAI BUDAYA

Kebudayaan sebagai hasil karya manusia memiliki sistem nilai. Menurut C.Kluckhohn dalam karya nya Variations in Value Orentation (1961) system nilai kebudayaan dalam semua kebudayaan di dunia ini, secara universal menyangkut 5 masalah pokok manusia, yaitu :

1. Hakekat hidup manusia
2. Hakekat karya manusia
3. hakekat waktu manusia
4. Hakekat hubungan manusia
5. Hakekat alam manusia

G. PERUBAHAN KEBUDAYAAN

Massyarakat dan kebudayaan dimana pun selalu dalam keadaan berubah, sekali pun masyarakat dan kebudayaannya primitif yang terisolisasi dari berbagai hubungan masyarakat lain nya.

Terjadi nya gerak atau perubahan disebabkan oleh beberapa hal :

1. Sebab – sebab yang berasal dari masyarakat dan kebudayaan sendiri
2. Sebab – sebab perubahan lingkugan alam dan fisik tempat meraka tinggal.

Proses akulturasi dalam kebudayaan sejarah kebudayaan terjadi dalam masa – masa silam. Beberapa masalah yang menyangkut proses tadi adalah :

1. Unsur – unsur kebudayaan asing manakah yang bisa diterima
2. Unsur – unsur kebudayaan asing manakah yang sulit diterima
3. Individu – individu manakah yang cepat menerima unsur – unsur baru.
4. Ketegangan – ketegangan apakah yang timbul setelah proses alkulturasi tersebut

Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsure kebudayaan baru diantatanya :

1. Terbatasnya manusia memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang – orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan hidup dan nilai – nilai yang dominant dalam sutau kebudayaan ditentukan oleh nilai – nilai agama.
3. Corak struktur social suatu masyarajat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru
4. Suatu unsure kebudayaan baru bisa diterima jika ada unsur yang dijadikan landasan unsure baru
5. Apabila unsure yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas dan dapat dengan mudah dibuktikan.

H. KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Secara sederhana hubungan masnusia dan keudayaan adalah manusia sebagai perilkau kebudayaan , dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia. Tapi apakah sesederhana itu hubungan kedua nya?

Dari sisi lain hubungan antara manusia dengan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektis tercipta melalui 3 tahap :

1. Eksternalisasi adalah proses dimana manusia mengekspresikan diri nya dengan membangun dunia nya.
2. Obyektivitasi adalah proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif.
3. Internalisasi adalah proses dimana masyrakat disergap lembali oleh manusia.

Ilmu pengetahuan teknology dan kemiskinan

1. Pengertian Ilmu dan Pengetahuan
Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Sedangkan Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna.
2. Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah, yang meliputi empat hal yaitu :
1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif
2. Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada
3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dam budi yang digunakan untuk mencapai ilmu
4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.
3. Teknologi adalah Penerapan keilmuan yang mempelajari dan mengembangkan kemampuan dari suatu rekayasa dengan langkah dan teknik tertentu dalam suatu bidang.
4. Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis
4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
5. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
6. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
7. otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
6. Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dan lain-lain. Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal :
1. Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan
2. Posisi manusia dalam lingkungan sekitar
3. Kebutuhan objectif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, adat istiadat, dan
sistem nilai yang dimiliki.
7. mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan. Dll
2. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usaha
3. Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD
4. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas
5. Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.

A. Definisi Masyarakat
Dalam Bahasa Inggris disebut Society, asal katanya Socius yang berarti “kawan”. Kata “Masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu Syiek, artinya “bergaul”. Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk – bentuk akhiran hidup, yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai pribadi melainkan oleh unsur – unsur kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan

B. Masyarakat Pedesaan (masyarakat tradisional)
a. Pengertian desa/pedesaan
Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri
Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
Sedang menurut Paul H. Landis :D esa adalah pendudunya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut :
a) mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
c) Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti : iklim, keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan
Dalam kamus sosiologi kata tradisional dari bahasa Inggris, Tradition artinya Adat istiadat dan kepercayaan yang turun menurun dipelihara, dan ada beberapa pendapat yang ditinjau dari berbagai segi bahwa, pengertian desa itu sendiri mengandung kompleksitas yang saling berkaitan satu sama lain diantara unsur-unsurnya, yang sebenarnya desa masih dianggap sebagai standar dan pemelihara sistem kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan asli seperti tolong menolong, keguyuban, persaudaraan, gotong royong, kepribadian dalam berpakaian, adat istiadat , kesenian kehidupan moral susila dan lain-lain yang mempunyai ciri yang jelas.
Dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 disebutkan pengertian desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah, yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam system pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dari defenisi tersebut, sebetulnya desa merupakan bagian vital bagi keberadaan bangsa Indonesia. Vital karena desa merupakan satuan terkecil dari bangsa ini yang menunjukkan keragaman Indonesia. Selama ini terbukti keragaman tersebut telah menjadi kekuatan penyokong bagi tegak dan eksisnya bangsa. Dengan demikian penguatan desa menjadi hal yang tak bisa ditawar dan tak bisa dipisahkan dari pembangunan bangsa ini secara menyeluruh.
Memang hampir semua kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan pembangunan desa mengedepankan sederet tujuan mulia, seperti mengentaskan rakyat miskin, mengubah wajah fisik desa, meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat, memberikan layanan social desa, hingga memperdayakan masyarakat dan membuat pemerintahan desa lebih modern. Sayangnya sederet tujuan tersebut mandek diatas kertas.
Karena pada kenyataannya desa sekedar dijadikan obyek pembangunan, yang keuntungannya direguk oleh actor yang melaksanakan pembangunan di desa tersebut : bisa elite kabupaten, provinsi, bahkan pusat. Di desa, pembangunan fisik menjadi indicator keberhasilan pembangunan. Karena itu, Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang ada sejak tahun 2000 dan secara teoritis memberi kesempatan pada desa untuk menentukan arah pembangunan dengan menggunakan dana PPK, orientasi penggunaan dananyapun lebih untuk pembangunan fisik. Bahkan, di Sumenep (Madura), karena kuatnya peran kepala desa (disana disebut klebun) dalam mengarahkan dana PPK untuk pembangunan fisik semata, istilah PPK sering dipelesetkan menjadi proyek para klebun.
Menyimak realitas diatas, memang benar bahwa yang selama ini terjadi sesungguhnya adalah “Pembangunan di desa” dan bukan pembangunan untuk, dari dan oleh desa. Desa adalah unsur bagi tegak dan eksisnya sebuah bangsa (nation) bernama Indonesia.
Kalaupun derap pembangunan merupakan sebuah program yang diterapkan sampai kedesa-desa, alangkah baiknya jika menerapkan konsep :”Membangun desa, menumbuhkan kota”. Konsep ini, meski sudah sering dilontarkan oleh banyak kalangan,
tetapi belum dituangkan ke dalam buku yang khusus dan lengkap. Inilah tantangan yang harus segera dijawab.
b. Ciri-ciri Masyarakat desa (karakteristik)
Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi “Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang mebngenal ciri-ciri sebagai berikut :
a. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
b. Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
c. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)
d. Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
e. Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.

C. Masyarakat Perkotaan
a. Pengertian Kota
Seperti halnya desa, kota juga mempunyai pengertian yang bermacam-macam seperti pendapat beberapa ahli berikut ini.

i. Wirth
Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.
ii. Max Weber
Kota menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.

iii. Dwigth Sanderson
Kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih.
Dari beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.
Menurut konsep Sosiologik sebagian Jakarta dapat disebut Kota, karena memang gaya hidupnya yang cenderung bersifat individualistik. Marilah sekarang kita meminjam lagi teori Talcott Parsons mengenai tipe masyarakat kota yang diantaranya mempunyai ciri-ciri :
a). Netral Afektif
Masyarakat Kota memperlihatkan sifat yang lebih mementingkat Rasionalitas dan sifat rasional ini erat hubungannya dengan konsep Gesellschaft atau Association. Mereka tidak mau mencampuradukan hal-hal yang bersifat emosional atau yang menyangkut perasaan pada umumnya dengan hal-hal yang bersifat rasional, itulah sebabnya tipe masyarakat itu disebut netral dalam perasaannya.
b). Orientasi Diri
Manusia dengan kekuatannya sendiri harus dapat mempertahankan dirinya sendiri, pada umumnya dikota tetangga itu bukan orang yang mempunyai hubungan kekeluargaan dengan kita oleh karena itu setiap orang dikota terbiasa hidup tanpa menggantungkan diri pada orang lain, mereka cenderung untuk individualistik.
c). Universalisme
Berhubungan dengan semua hal yang berlaku umum, oleh karena itu pemikiran rasional merupakan dasar yang sangat penting untuk Universalisme.

d). Prestasi
Mutu atau prestasi seseorang akan dapat menyebabkan orang itu diterima berdasarkan kepandaian atau keahlian yang dimilikinya.
e). Heterogenitas
Masyarakat kota lebih memperlihatkan sifat Heterogen, artinya terdiri dari lebih banyak komponen dalam susunan penduduknya.
b. Ciri-ciri masyarakat Perkotaan
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan, yaitu :
i. Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
ii. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme).
iii. Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
iv. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
v. Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
vi. Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

D. Perbedaan antara desa dan kota
Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut Soekanto (1994), per-bedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual.
Kita dapat membedakan antara masya-rakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula. Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972) sebagai berikut:
Masyarakat Pedesaan Masyarakat Kota
Perilaku homogen
Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status
Isolasi sosial, sehingga statik
Kesatuan dan keutuhan kultural
Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
Kolektivisme Perilaku heterogen
Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
Mobilitas sosial, sehingga dinamik
Kebauran dan diversifikasi kultural
Birokrasi fungsional dan nilai-nilai sekular Individualisme
Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan (Soekanto, 1994). Selanjutnya Pudjiwati (1985), menjelaskan ciri-ciri relasi sosial yang ada di desa itu, adalah pertama-tama, hubungan kekerabatan. Sistem kekerabatan dan kelompok kekerabatan masih memegang peranan penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian, walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang genteng dan bata, tukang membuat gula, akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian, hanya merupakan pekerjaan sambilan saja .
Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting. Orang akan selalu meminta nasihat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Nimpoeno (1992) menyatakan bahwa di daerah pedesaan kekuasaan-kekuasaan pada umumnya terpusat pada individu seorang kiyai, ajengan, lurah dan sebagainya.
Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Dengan melihat perbedaan perbedaan yang ada mudah mudahan akan dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagi masyarakat pedeasaan atau masyarakat perkotaan.
Ciri ciri tersebut antara lain :
1) jumlah dan kepadatan penduduk
2) lingkungan hidup
3) mata pencaharian
4) corak kehidupan sosial
5) stratifiksi sosial
6) mobilitas sosial
7) pola interaksi sosial
8) solidaritas sosial
9) kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional

E. Hubungan Desa-kota, hubungan pedesaan-perkotaan.
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.
“Interface”, dapat diartikan adanya kawasan perkotaan yang tumpang-tindih dengan kawasan perdesaan, nampaknya persoalan tersebut sederhana, bukankah telah ada alat transportasi, pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan, pasar, dan rumah makan dan lain sebagainya, yang mempertemukan kebutuhan serta sifat kedesaan dan kekotaan.
Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.
Secara teoristik, kota merubah atau paling mempengaruhi desa melalui beberapa caar, seperti: (i) Ekspansi kota ke desa, atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan perdesaan. Ini terjadi di semua kawasan perkotaan dengan besaran dan kecepatan yang beraneka ragam; (ii) Invasi kota , pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan. Sifat kedesaan lenyap atau hilang dan sepenuhnya diganti dengan perkotaan; (iii) Penetrasi kota ke desa, masuknya produk, prilaku dan nilai kekotaan ke desa. Proses ini yang sesungguhnya banyak terjadi; (iv) ko-operasi kota-desa, pada umumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota. Dari keempat hubungan desa-kota tersebut kesemuanya diprakarsai pihak dan orang kota. Proses sebaliknya hampir tidak pernah terjadi, oleh karena itulah berbagai permasalahan dan gagasan yang dikembangkan pada umumnya dikaitkan dalam kehidupan dunia yang memang akan mengkota.
Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah :
a). Urbanisasi dan Urbanisme
Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. (soekanto,1969:123 ).
b) Sebab-sebab Urbanisasi
1.) Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya (Push factors)
2.) Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota (pull factors)
• Hal – hal yang termasuk push factor antara lain :
a. Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
b. Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
c. Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
d. Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
e. Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
• Hal – hal yang termasuk pull factor antara lain :
a. Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan
b. Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
c. Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
d. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
e. Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah ( Soekanti, 1969 : 124-125 ).

1. Hukum
Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih. Administratif hukum digunakan untuk meninjau kembali keputusan dari pemerintah, sementara hukum internasional mengatur persoalan antara berdaulat negara dalam kegiatan mulai dari perdagangan lingkungan peraturan atau tindakan militer. filsuf Aristotle menyatakan bahwa “Sebuah supremasi hukum akan jauh lebih baik dari pada dibandingkan dengan peraturan tirani yang merajalela.”
a. Ciri – ciri dan Sifat Hukum
Ciri Hukum adalah :
- Adanya perintah atau larangan
- Perintah atau larangan itu harus dipatuhi setiap orang.
Agar tata tertib dalam masyarakat dapat dilaksanakan dan tetap terpeliharadengan baik, perlu ada peraturan yang mengatur dan memaksatata tertib itu untuk ditaatiyang disebut hukum, dan siapa yang melanggar baik sengaja maupun tidak, dpt dikenakan sanksi yang berupa hukuman.
Dengan demikian hukum mempunyai sifat memaksa. Sehingga hukum menjadi peraturan hidup yang dapat memaksa orang untuk menaati serta dapat memberikan sangsi tegas terhadap setiap orang yang tidak mau mematuhinya.
b. Sumber – sumber Hukum
Sumber hukum dapat ditinjau dari segi formal dan segi material. Sumber hukum material dapat kita tinjau lagi dari berbagai sudut, misalnya dari sudut politik, sejarah, konomi dan lain-lain.
Sedangkan sumber hokum formal antara lain :
1) Undang – Undang (statute)
2) Kebiasaan (costum)
3) Keputusan-keputusan Hakim (Yurisprudensi)
4) Traktat (Treaty)
5) Pendapat Sarjana hokum.

B. NEGARA
Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.
Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.
Negara mempunyai 2 tugas utama, yaitu :
1) Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu sama lainnya.
2) Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada tujuan Negara.
a) Sifat – sifat Negara
1) Sifat memaksa, artinya Negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarkhi.
2) Sifat monopoli, artinya Negara mempunyai hak kuasa tunggal dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat.
3) Sifat mencakup semua, artinya semua peraturan perundang-undangan mengenai semua orang tanpa kecuali.

C.PEMERINTAHAN
Pemerintahan merupakan salah satu unsur penting daripada negara. Tanpa Pemerintahan, maka negara tidak ada yang mengatur. Karena Pemerintahan merupakan roda negara, maka tidak akan mungkin ada sesuatu negara tanpa Pemerintah

PRAGMATIS

8 Dec
2009

Suatu sistem penerjemah bahasa dibedakan menjadi beberapa jenis, yang pertama adalah example-based MT (EBMT), yaitu penerjemah yang menghasilkan terjemahan terbaru mengacu kepada hasil terjemahan sebelumnya yang tersimpan di dalam basis data sistem (Bod, 1998). Salah satu keunggulan dari sistem jenis ini adalah meningkatnya kualitas dari hasil terjemahan sistem seiring dengan meningkatnya jumlah terjemahan yang telah disimpan dalam basis data, Mima et al. (1998). Dilaporkan bahwa kualitas terjemahan sistem EBMT meningkat dari 30% dengan 100 sampel menjadi 65% dengan 774 sampel. Kelemahan dari sistem EBMT adalah dengan semakin banyaknya contoh kalimat yang disimpan dalam basis data maka akan menimbulkan masalah dalam hal biaya penyimpanan serta memperlambat waktu komputasi (Somers, 1999:121). Jenis kedua adalah jenis case based. Konsep dari sistem ini adalah menerjemahkan kalimat dengan memakai pola/case yang serupa dengan pola yang disimpan dalam set of case (Sato, 1990). Kelemahan yang terdapat pada case based hampir serupa dengan yang dialami dengan pendekatan example based yaitu masalah waktu komputasi dan penyimpanan. Jenis ketiga yang umum dipakai adalah statistic-based. Sistem penerjemah statistic based membuat terjemahan dari data yang dimasukkan tanpa analisis linguistik (Brown, 1993). Kelebihan dari sistem ini adalah memiliki kemampuan untuk memberikan hasil terjemahan yang sesuai meskipun diberikan sumber teks yang berbeda dengan kalimat-kalimat yang ada dalam basis data dari sistem, sedangkan kelemahan dari statistic based adalah tidak mampu menerjemahkan idiom atau frasa (Charoenpornsawat et al, 1998). Sistem penerjemah kalimat Inggris – Jawa dalam penelitian ini menggunakan pendekatan rule based, aturan yang ada di dalam sistem dibuat berdasarkan pengetahuan lingusitik. Kelebihan dari sistem ini adalah mampu menganalisa pada tingkatan sintaksis dan semantik secara lebih mendalam. Sedangkan kelemahan dari sistem adalah membutuhkan pengetahuan bahasa (Inggris, Jawa) yang baik serta tidak mungkin menuliskan aturan yang mencakup semua bahasa, sehingga terjemahan untuk dua bahasa bisa dilakukan dengan pendekatan ini.
Terry Winograd, PhD dalam thesisnya Understanding Natural Language mengungkapkan tentang analisis kalimat seperti pada diagram alir berikut ini
Sentence Analysis (Serial Flow of Control)

2.2 Landasan Teori
Konsep Penerjemah Inggris – Jawa Menggunakan Metode Rule Based dalam tesis ini menerima input kalimat bahasa Inggris dan memberikan output kalimat bahasa Jawa. Penerjemahan dilakukan dengan menganalisis kalimat bahasa Inggris dan mensintesisnya menjadi kalimat bahasa Jawa berdasarkan aturan tata bahasa yang berlaku.
Berikut ini adalah beberapa hal yang sekiranya membantu dalam memahami keseluruhan isi tesis ini.

2.2.1 Tree ( Pohon )
Tree adalah tipe relasi yang banyak digunakan dalam aplikasi ilmu komputer. Relasi ini signifikan untuk rekonstruksi database dan kompiler bahasa.
Misalkan A adalah himpunan berhingga, dan T adalah relasi dalam A. Relasi T adalah tree jika ada vertex vo dalam A, yang terhubung secara unique ke setiap vertex lain dalam A, dan tidak ada path dari vo ke vo. Vertex vo sesuai definisi tersebut unique, sering disebut sebagai root dari tree T. Tree T kemudian disebut sebagai rooted tree, dan dinotasikan sebagai (T, vo), dimana T sebagai rooted tree dengan vo sebagai root-nya. Apabila (T, vo ) adalah rooted tree dalam himpunan A, maka elemen v dalam A dikatakan sebagai vertex dalam T.

2.2.2 Language ( Bahasa )
Misalkan S adalah suatu himpunan dan S* adalah himpunan yang terdiri dari semua elemen string dari S maka dimungkinkan ada banyak interpretasi elemen dari S*, tergantung dari S. Dengan kata lain jika S adalah himpunan kata-kata, maka S* merupakan himpunan dari semua kemungkinan kalimat yang dapat dibentuk dari kata-kata dalam S, dimana beberapa kalimat mungkin tidak bermakna (meaningless) atau salah secara struktur ( syntactically error ).
Language didefinisikan secara prinsip tersusun atas tiga hal sebagai berikut:
1. Himpunan S yang terdiri atas kata-kata yang merupakan bagian dari bahasa.
2. S* sebagai kalimat-kalimat yang tersusun secara benar dalam bahasa.
3. Kalimat – kalimat yang tersusun secara benar ini harus ditentukan kalimat mana yang memiliki makna dan apa maknanya..
Sebagai contoh, himpunan S adalah himpunan kata dalam bahasa Inggris. Spesifikasi dari kalimat–kalimat yang tersusun secara benar akan melibatkan aturan tata bahasa dalam bahasa Inggris, sedangkan arti dari kalimat tersebut ditentukan oleh konstruksi dan juga makna dari kata-katanya.
Spesifikasi dari kalimat yang tersusun secara benar dinamakan syntax dan spesifikasi arti dari kalimat tersebut disebut semantics. Dalam bahasa-bahasa pemrograman yang telah di-compile seperti: BASIC, FORTRAN, ALGOL, PASCAL, APL, LISP, SNOBOL, ADA, FORTH, kesalahan-kesalahan dalam sintaks dideteksi oleh compiler, dan ditampilkan pesan kesalahan yang sesuai. Semantik dalam bahasa pemrograman membentuk sebuah topik studi yang lebih rumit. Makna suatu baris dalam bahasa pemrograman diambil dari keseluruhan rentetan proses yang terjadi dalam komputer sebagai akibat eksekusi atau interpretasi baris tersebut.

A. Phrase Structure Grammars ( Tata Bahasa Struktur Frase )
Phrase structure grammar G dinotasikan sebagai 4 – tuple . Himpunan S adalah himpunan semua kata yang diijinkan dalam bahasa, himpunan V terdiri atas himpunan S bersama dengan simbol-simbol lain. Elemen vo dari V adalah titik awal substitusi. Relasi adalah relasi substitusi, dimana jika w w’, maka w dapat digantikan dengan w’, dimanapun string w muncul, baik ia muncul sendiri, atau sebagai bagian (substring) dari suatu string yang lain. Pernyatan w w’ disebut produksi G, dan w serta w’ disebut sisi kiri dan kanan dari produksi tersebut. Relasi disebut juga sebagai relasi produksi G.
Didefinisikan suatu relasi substitusi, dinotasikan dengan , dimana jika berarti jika x= l .w. r dan y = l. w’. r maka w w’ , dimana l dan r merupakan sembarang string. Dengan kata lain, berarti bahwa y dihasilkan dari x dengan menggunakan salah satu produksi yang diijinkan untuk mengganti sebagian atau seluruh bagian dari x. Relasi disebut penurunan secara langsung.
Jika G = adalah sebuah phrase structure grammar, Maka S disebut himpunan dari terminal symbol, dan N = V – S adalah himpunan dari nonterminal symbols. Sehingga V = S U N.
Sebagai contoh :
S = John, Jill, drives, jogs, carelessly, rapidly, frequently), N = (sentence, noun, verphrase, verb, adverb, dan jika V = S U N, o = “ sentence “, dan jika relasi  pada V* dideskripsikan oleh aturan produksi sebagai berikut :
sentence  noun verbphrase
noun  John
noun  Jill
verbphrase  verb adverb
verb  drives
verb  jogs
adverb  carelessly
adverb  rapidly
adverb  frequently

B. Derivation Tree ( Pohon Penurunan )
Kalimat “the baby eats banana” adalah kalimat yang tersusun secara benar dalam bahasa (syntactically correct), sedang “the baby banana eats” adalah syntactically incorrect. Untuk membuktikan hal ini dapat dilakukan dengan derivation tree dengan vo sebagai root dari tree. Derivation tree tersebut disebut sebagai parse tree.

C. Tipe Phrase Structure Grammar
Himpunan dari semua kalimat yang tersusun secara benar yang bisa diproduksi menggunakan grammar G, disebut sebagai language of G, dan dinotasikan L(G).
Apabila adalah phrase structure grammar, maka G adalah:
Tipe 0, apabila tidak ada pembatasan pada aturan produksi G.
Tipe 1, apabila untuk setiap aturan produksi , panjang dari w1 adalah kurang dari atau sama dengan panjang dari w2, dimana panjang dari suatu string adalah banyaknya kata dalam string tersebut.
Tipe 2, apabila sisi kiri dari setiap aturan produksi adalah tunggal, simbol non-terminal, dan sisi kanan tersusun atas satu atau lebih simbol
Tipe 3, apabila sisi kiri dari setiap aturan produksi adalah tunggal, simbol non-terminal, dan sisi kanan memiliki satu atau lebih simbol termasuk paling banyak satu simbol non-terminal, yang harus berada di sisi paling kanan dari string.

Grammar dari tipe 0 dan tipe 1 memiliki tingkat kesulitan yang tinggi sehingga jarang dipergunakan secara praktis .
Grammar tipe 2 disebut context free grammars. , karena simbol-simbol di sisi kiri aturan produksi disubstitusikan dimanapun mereka muncul. Sedangkan aturan produksi bertipe ( yang mana tidak akan muncul dalam grammar tipe 2 ) disebut context-sensitive, karena w’ disubstitusikan dari w hanya dalam konteks jika w dikelilingi oleh string l dan r [1]. Pendekatan context-sensitive merupakan pendekatan semantik, yang akan masuk dalam kajian kemungkinan penerapannya di masa yang akan datang.
Grammar tipe 3 memiliki keterkaitan erat dengan finite state machines, sehingga disebut regular grammars.

2.2.3 Aturan Produksi
Selain menggunakan grammar tipe 2 atau yang lebih dikenal dengan context free grammar ( grammar tipe 2 ) , penerjemahan ini juga menggunakan aturan produksi.
Didefinisikan suatu relasi substitusi , dimana jika w w’, maka w dapat digantikan/disubstitusi dengan w’, dimanapun string w muncul, baik ia muncul sendiri, atau sebagai bagian (substring) dari suatu string yang lain. Pernyatan w w’ disebut aturan produksi, dan w serta w’ disebut sisi kiri dan kanan dari produksi tersebut. Relasi akan disebut sebagai relasi produksi.
Aturan produksi tersebut akan memenuhi kaidah penerjemahan, dimana sisi kiri (w) adalah kata dalam bahasa Inggris dan sisi kanan (w’) adalah padanan/arti kata tersebut dalam bahasa Jawa. Apabila w muncul sendiri atau sebagai bagian dari suatu kalimat maka akan disubstitusi / digantikan dengan w’ ( padanan/arti kata tersebut dalam bahasa Jawa).
Database (kamus) yang dipakai pada konsep Penerjemah kalimat Inggris – Jawa ini sebetulnya adalah kumpulan dari aturan produksi.

w
w’
baby Bayi
eats mangan
banana Pisang
…………………….dst

Context free grammar muncul sebagai batasan, dimana sisi kiri (w) haruslah simbol tunggal, sedang sisi kanan (w’) memiliki satu atau lebih simbol. Dalam konteks bahasa hal ini disebut sebagai dualisme kata, suatu kata akan memiliki dua/lebih arti
w
W’
fly Lalat(benda) / terbang(verb)

2.2.4 Fundamental English Grammar
Berikut ini adalah beberapa hal yang fundamental dalam tata bahasa Inggris.
A. Jenis Kata dan Fungsinya
Menurut Dr. Goris Keraf (1979), hampir semua tata bahasa sekarang mendasarkan pembagian jenis kata menurut Aristoteles. Sebenarnya Aristoteles sendiri tidak membagi kata-kata menjadi 10 jenis kata. Ia hanya meletakkan sistematikanya. Pembagian jenis kata mula-mula terdiri dari 8 jenis kata.

Windows Vista recommended system requirements

Home Basic Home Premium / Business / Ultimate

 1 GHz 32-bit (x86) or 64-bit (x64) processor
 512 MB of system memory
 20 GB hard drive with at least 15 GB of available space
 Support for DirectX 9 graphics and 32 MB of graphics memory
 DVD-ROM drive
 Audio Output
 Internet access (fees may apply)
Additional requirements
Actual requirements and product functionality may vary based on your system configuration. Windows Vista Upgrade Advisor can help you determine which features and edition of Windows Vista will run on your computer.
While all editions of Windows Vista can support multiple core CPUs, only Windows Vista Business, Ultimate, and Enterprise can support dual processors.

Home Premium / Business / Ultimate
 1 GHz 32-bit (x86) or 64-bit (x64) processor
 1 GB of system memory
 40 GB hard drive with at least 15 GB of available space
 Support for DirectX 9 graphics with:
o WDDM Driver
o 128 MB of graphics memory (minimum)
o Pixel Shader 2.0 in hardware
o 32 bits per pixel
 DVD-ROM drive
 Audio Output
 Internet access (fees may apply)

Additional requirements
Actual requirements and product functionality may vary based on your system configuration. Windows Vista Upgrade Advisor can help you determine which features and edition of Windows Vista will run on your computer.
While all editions of Windows Vista can support multiple core CPUs, only Windows Vista Business, Ultimate, and Enterprise can support dual processors.

Home Premium / Ultimate
TV tuner card required for TV functionality (compatible remote control optional).

Home Premium / Business / Ultimate
Windows Tablet and Touch Technology requires a Tablet PC or a touch screen.
Ultimate
Windows BitLocker Drive Encryption requires a USB Flash Drive and a system with a TPM 1.2 chip.

Windows Vista minimum supported system requirements
Home Basic / Home Premium / Business / Ultimate
 800 MHz processor and 512 MB of system memory
 20 GB hard drive with at least 15 GB of available space
 Support for Super VGA graphics
 CD-ROM drive

Langkah Demi Langkah Merakit Komputer …
Berikut ini akan dibahas mengenai bagaimana cara merakit komputer, terutama bagi mereka yang baru belajar .. dari beberapa referensi yang saya pelajari .. maka berikut ini akan dijelaskan langkah demi langkah cara merakit komputer, mudah-mudahan bermanfaat .. Red. deden
Komponen perakit komputer tersedia di pasaran dengan beragam pilihan kualitas dan harga. Dengan merakit sendiri komputer, kita dapat menentukan jenis komponen, kemampuan serta fasilitas dari komputer sesuai kebutuhan.Tahapan dalam perakitan komputer terdiri dari:
A. Persiapan
B. Perakitan
C. Pengujian
D. Penanganan Masalah
Persiapan
Persiapan yang baik akan memudahkan dalam perakitan komputer serta menghindari permasalahan yang mungkin timbul.Hal yang terkait dalam persiapan meliputi:
1. Penentuan Konfigurasi Komputer
2. Persiapan Kompunen dan perlengkapan
3. Pengamanan

Penentuan Konfigurasi Komputer
Konfigurasi komputer berkait dengan penentuan jenis komponen dan fitur dari komputer serta bagaimana seluruh komponen dapat bekerja sebagai sebuah sistem komputer sesuai keinginan kita.Penentuan komponen dimulai dari jenis prosessor, motherboard, lalu komponen lainnya. Faktor kesesuaian atau kompatibilitas dari komponen terhadap motherboard harus diperhatikan, karena setiap jenis motherboard mendukung jenis prosessor, modul memori, port dan I/O bus yang berbeda-beda.
Persiapan Komponen dan Perlengkapan
Komponen komputer beserta perlengkapan untuk perakitan dipersiapkan untuk perakitan dipersiapkan lebih dulu untuk memudahkan perakitan. Perlengkapan yang disiapkan terdiri dari:
• Komponen komputer
• Kelengkapan komponen seperti kabel, sekerup, jumper, baut dan sebagainya
• Buku manual dan referensi dari komponen
• Alat bantu berupa obeng pipih dan philips
Software sistem operasi, device driver dan program aplikasi.
Buku manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengatahui diagram posisi dari elemen koneksi (konektor, port dan slot) dan elemen konfigurasi (jumper dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang sesuai untuk komputer yang dirakit.Diskette atau CD Software diperlukan untuk menginstall Sistem Operasi, device driver dari piranti, dan program aplikasi pada komputer yang selesai dirakit.
Pengamanan
Tindakan pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan komponen oleh muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan atau tumpahan cairan.Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara:
• Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis.
• Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen.

Perakitan
Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:
1. Penyiapan motherboard
2. Memasang Prosessor
3. Memasang heatsink
4. Memasang Modul Memori
5. memasang Motherboard pada Casing
6. Memasang Power Supply
7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
8. Memasang Drive
9. Memasang card Adapter
10. Penyelesaian Akhir

1. Penyiapan motherboard
Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.
2. Memasang Prosessor
Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.Jenis socket
1. Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
2. Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
3. Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
4. Turunkan kembali tuas pengunci.
Jenis Slot
1. Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
2. Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak
Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot.

3. Memasang Heatsink
Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.
4. Memasang Modul Memori
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.
Jenis SIMM
1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
3. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.
Jenis DIMM dan RIMM
Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan
1. Rebahkan kait pengunci pada ujung slot
2. sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot.
3. Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang.

5. Memasang Motherboard pada Casing
Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:
1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.
6. Memasang Power Supply
Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:
1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
2. HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.
7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.

8. Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:
1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
2. Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
3. Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
6. Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.
9. Memasang Card Adapter
Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter:
1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
2. Pasang sekerup penahan card ke casing
3. Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.
10. Penyelessaian Akhir
1. Pasang penutup casing dengan menggeser
2. sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
3. Pasang konektor monitor ke port video card.
4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
5. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
6. Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.

Pengujian
Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:
1. Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
2. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
3. Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
4. Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
5. Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.
Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.
Penanganan Masalah
Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain:
1. Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
2. Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot/

PENDAHULUAN.
Bangsa Indonesia sejak tempo dulu masyarakatnya telah lama berjuang melawan kaum penjajah,dan senantiasa berhadapan dengan konflik. Perang terjadi pada abad-abad yang lampau telah menyisakan pengaruh dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, berupa pengalaman dalam menghadapi konflik, bahkan kadang-kadang sulit dibayangkan tiada hari tanpa konflik dan stress selama dalam perjuangan. Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 sejarah masih membuktikan sampai era reformasi sekarang dewasa ini, bangsa Indonesia dihadapkan dengan banyak pertentangan kelompok maupun politik, serta perseteruan kepentingan yang mengakibatkan konflik. Sementa itu masih sangat dirasakan bahwa sistem penegakan hukum kita masih lemah, misalnya dengan terjadinya salah persepsi antara dua kelompok masyarakat yang bertikai akan menambah daftar konflik menjadi meningkat. Konflik pribadi, konflik kepentingan antar individu ataupun konflik antar kelompok. Pertentangan maupun konflik tersebut dapat dijumpai di seluruh segi kehidupan sehingga muncul pilihan-pilihan yang saling bertentangan dan tidak selaras mengakibatkan rusaknya tatanan keadaan maupun kehidupan bermasyarakat. Kondisi ketentraman dan ketertiban (tramtib) komunitas (pemukiman) maupun kelompok-kelompok ataupun lapisan masyarakat diberbagai daerah di Indonesia dalam beberapa tahun terusik oleh berbagai jenis gangguan dan konflik. Oleh karena itu mengenali pekerjaan sosial secara serius sangat penting untuk dicermati dalam upaya mengatasinya, bila kita gagal dalam mengatasi konflik maupun mengendalikannya akan mengakibatkan situasi dekstruktif yang lebih dahsyat, konflik merupakan masalah pelik untuk segera dicarikan pemecahaannya.

Lalu bagaimana pekerjaan sosial mengatasi konflik?,dalam mencari segi penyelesaiannya, kemanfaatan dan kemaslahatannya, dari berbagai upaya-upaya yang dilakukan seperti antara lain ;
1. Menciptakan kereativitas masyarakat dalam menyikapi suatu konflik
2. Melakukan perubahan sosial yang kondusif pada pasca konflik.
3. Membangun komitmen kebersamaan dalam kelompok yang pernah konflik.
4. Mencegah berulang lagi konflik yang dapat merugikan banyak pihak.
5. Meningkatan fungsi sosial kekeluargaan atas dasar kebersamaan sebagai nilai kearifan lokal yang dibangun dan diberdayakan dalam upaya dini menangani konflik.
Namun dari pada itu masih belum dirasakan dapat menyelesaikan konflik secara baik, oleh karena itu perlu untuk diketahui secara mendasar sebagai pokok bahasan dalam upaya mengatasi konflik, berupa faktor penyebab dan sumber konflik, jenis-jenis konflik, tahap-tahap konflik termasuk gejala dan ciri-cirinya serta penanganan, pengelolaan dan pengendalian konflik walaupun hal ini sangat sulit, tetapi dalam pekerjaan sosial perlu diketahui untuk dicari penyelesaiannya.

FAKTOR PENYEBAB DAN SUMBER KONFLIK

Konflik pada hakikatnya adalah segala sesuatu interaksi pertentangan antara dua pihak dan lebih didalam suatu kelompok masyarakat atau pun organisasi masyarakat, konflik dapat terjadi karena ketidak sesuaian antara dua atau lebih anggota-anggota dalam kelompok tersebut yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi atau berebut sumber-sumber daya yang terbatas serta merebutkan sumber kehidupan maupun lapangan kerja, dimana masing-masing mempunyai perbedaan, status, tujuan, nilai atau persepsi masing-masing.

Faktor penyebab dan sumber konflik antara lain dibagi dalam tiga hal berupa ;
1. Kepentingan (Interest) Sesuatu kepentingan yang memotivasi orang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Motivasi ini tidak hanya dari bagian keinginan pribadi seseorang, tetapi juga dari peran dan statusnya karena adanya kepentingan.

2. Emosi (Emotion) Emosi sering diwujudkan melalui perasaan yang menyertai sebagian besar interaksi manusia, antara lain : marah, benci, takut, cemas, bingung, penolakkan dan sebagainya.

3. Nilai (Value) Nilai ini merupakan komponen konflik yang paling susah dipecahkan karena nilai merupakan sesuatu hal yang tidak bisa diraba dan dinyatakan secara nyata. Nilai berada pada kedalaman akar pemikiran dan perasaan tentang benar dan salah, baik dan buruk, yang pada umumnya mengarah pada sikap dan perilaku manusia.

SUMBER- SUMBER KONFLIK
Berbagai sumber-sumber konflik dapat saja terjadi mencuat kepermukaan namun bila kita telusuri dapat kita rinci dalam berbagai unsur sbb:
1. Bio Sosial Bio sosial bisa dikatakan perasaan frustrasi yang sering menghasilkan agresi sehingga mengarah pada terjadinya konflik. Frustrasi juga dihasilkan dari kecenderungan ekspektasi pencapaian yang lebih cepat dari apa yang seharusnya diharapkan.

2. Kepribadian dan Interaksi Termasuk dalam hal ini adalah kepribadian yang abrasif atau suka menghasut, adanya gangguan psikologi, kejengkelan karena ketidaksederajatan hubungan dan perbedaan gaya interaksi.

3. Struktural Banyak konflik yang melekat pada struktur organisasi dan masyarakat, karena adanya kekuasaan, status, kelas-kelas masyarakat yang semuanya berpotensi menjadi konflik apabila dikaitkan dengan hak asasi manusia, pengarusutamaan jender, dan sebagainya.

4. Budaya dan Ideologi Intensitas konflik dari sumber ini sering dihasilkan dari perbedaaan politik, sosial, agama dan budaya, termasuk masalah yang timbul diantara masyarakat karena perbedaan system nilai.

5. Konfergensi Didalam situasi tertentu sumber-sumber konflik tergabung menjadi satu sehingga menimbulkan kompleksitas konflik itu sendiri.

BERBAGAI JENIS KONFLIK

1. Konflik Pribadi ( Intra personal ) Konflik intrapersonal melibatkan ketidaksesuaian emosi bagi individu ketika kepetingan, tujuan atau nilai-nilai yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan tidak tercapai atau jauh dari menyenangkan. Konflik ini merintangi kehidupan sehari-hari dan dapat mengganggu kegiatan orang lain. Ketika konflik ini dirasakan atau dialami baik secara fisik, mental atau emosional maka dapat menimbulkan sakit kepala, pusing bahkan stress. Bila akibat konflik ini sampai pada tingkat stress yang mematikan maka akan berada dalam konflik intrapersonal tahap berikutnya yamg memiliki sifat destruktif misalnya menjurus kearah tindakan bunuh diri. Konflik intrapersonal merupakan konflik yang terjadi pada perilaku seseorang dimana pikiran dan sikapnya tidak kontrol dan sering menimbulkan emosi yang sangat tinggi.

2. Konflik antara Pribadi ( InterPersonal) Konflik inter pribadi Konflik inter pribadi adalah konflik yang terjadi antara perilaku seseorang dengan mengaitkan kepentingan orang lain yang pikiran dan perilakunya tidak terkontrol, sehingga dapat menimbulkan kegelisahan dan rintangan kehidupan banyak orang. Konflik inter pribadi ini lebih jamak diassosiasikan dengan melibatkan sekelompok orang. Konflik ini tidak dapat diatasi secara external tanpa orang tersebut memiliki kendali secara internal. b. Konflik antar pribadi Konflik antar pribadi merupakan konflik yang terjadi diantara dua orang atau lebih yang saling bertentangan karena masing-masing membutuhkan kebutuhan dasar psikologis yaitu :
a). Kebutuhan untuk diperlakuakan sebagai seorang pribadi untuk dihargai.
b)Kebutuhan untuk memiliki sejumlah kontrol.
c). Kebutuhan akan harga diri.
d)Kebutuhan untuk menentukan nasibnya sendiri
e). Kebutuhan menjadi orang yang konsisten

3. Konflik antara Kelompok
a. Konflik inter Kelompok ( Inter Groups ) Konflik ini merupakan pertentangan berbagai individu dalam suatu kelompok, karena masing-masing individu biasanya memiliki kemauan, kepentingan dan ingin memenuhi kebutuhan dasar psikologisnya dalam waktu yang bersamaan. Bahkan sering dijumpai bahwa di dalam kelompoknya sendiri para anggotanya tidak bersesuaian.
b. Konflik antar kelompok Antara kelompok satu dengan kelompok lainnya terjadi gesekan yang mengarah pada situasi perpecahan atau konflik antar warga anak bangsa, misalnya antar kelompok suku, ras, agama, dan golongan kelompok masyarakat tertentu.
TAHAPAN, GEJALA DAN CIRI KONFLIK

1. TAHAPAN KONFLIK
a. Kondisi yang mendahului (Antecendent Condition) Pada tahap ini terdapat unsur penyebab antara lain karena kecurigaan , pertentangan pribadi, ras, kelas sosial, politik, sumber daya, keyakinan yang kesemuanya dari faktor-faktor ini tercermin dalam perilaku kehidupan sosial kemasyarakatan.

b. Kemungkinan konflik yang dilihat (Perceived Potential Conflict) Pada tahap ini satu atau kedua belah pihak mulai tampak perubahan kepribadian pada diri masing-masing orang, retaknya kesatuan kelompok dan solidaritas atau kesetiakawanan sosial mulai hilang.

c. Konflik yang dirasa (Felt Conflict) Pada tahap ini benturan kepentingan dan kebutuhan sering terjadi. Satu pihak atau kedua belah pihak yang terlibat melihat keadaan yang tidak memuaskan, meghambat, menakutkan, bahkan mulai mengancam.

d. Perilaku yang tampak (Manifest Behavior) Pada tahap ini orang-orang mulai menanggapi dan mengambil tindakan, sejak dari saling mendiamkan, kemudian pertengkaran secara lisan, berdebat, bersaing, agresif, saling menyerang akhirnya bermusuhan sampai dengan balas dendam yang berkepanjangan. Bentuk perbuatan yang nyata baik berupa lisan atau kata-kata maupun tindakan bergabung jadi satu kemasan.

e. Konflik yang dikelola (Suppressed or Managed Conflict) Pada tahap ini konflik yang sudah terjadi dapat ditekan. Upaya-upaya maksimal untuk meniadakan konflik dilakuakan malalui kesepakatan bersama (negosiasi). Namun demikian meskipun secara lahiriah konflik itu tampaknya seperti sudah berakhir atau dapat diselesaikan namun masalah intinya belum ditanggani, dimana pihak-pihak yang berkonflik hanya sekedar berdamping walaupun dalam hatinya berada dalam keadaan masih panas atau tegang.
d. Penyelesaian sesudah konflik (Management Aftermath) Pada tahap ini apabila konflik tidak dikelola dan diselesaikan, kedua belah pihak yang terlibat akan menanggung akibatnya baik bagi dirinya sendiri, maupun dalam lingkungan sosial khususnya hubungan sosial serta hubungan dengan beberapa orang yang diperlukan. Bila konflik dikelola dan berhasil, maka pihak-pihak yang terlibat perlu menindaklanjuti hasil pengelolaan itu secara konsekuen dan konsisten dengan melandasi apa yang telah menjadi kesepakatan bersama.

2. GEJALA KONFLIK
Timbulnya gejala konflik berupa :
a. Kombinasi jelas dan agresif Konflik tidak selalu digambarkan dalam bentuk nyata namun pada tahap ini terdapat tanda yang jelas dari konflik yang ditunjukan secara agresif. Contoh: teriakan-teriakan, celaan, ejekan, kekerasan dan sebagainya.

b. Kombinasi dari agresif dan tersembunyi Pada tahap ini terdapat tanda-tanda yang tersembunyi dari konflik yang ditunjukan secara agresif. Contoh : komentar-komentar yang merendahkan, pelecehan, penghinaan, selalu mengkritik dan mencari-cari kesalahan orang, kebencian untuk mencoreng orang lain, dan sebagainya.

c. Tanda tersembunyi dari konflik yang ditunjukkan secara pasif Pada tahap ini terdapat tanda-tanda tersembunyi dari konflik yang ditunjukkan secara pasif. Contoh : tidak mau berkerja sama, tidak mau ikut pertemuan, cemas tidak mau menyelesaikan masalah.

d. Tanda yang jelas nampak pasif Pada tahap ini terdapat tanda yang jelas nampak yang ditunjukan secara jelas dalam kejadian konflik secara pasif. Contoh : mengirim surat tetapi tidak ada niat melaksanakan kegiatan yang berarti.

3. CIRI KONFLIK Ciri-ciri konflik dapat ditandai dari :
A. Ciri peristiwa dalam sehari – hari Pada tahap ini tidak begitu mengancam dan paling mudah untuk dikelola karena memiliki ciri-ciri:
a). Terjadinya secara terus menerus sehingga merupakan kebiasaan dan hanya memerlukan sedikit perhatian.
b). Ditandai oleh perasaan jengkel sehari-hari namun berlalu begitu saja dan munculnya tidak menentu.
c). Walaupun ada perasaan tidak cocok, kadang-kadang marah tetapi emosinya cepat mereda.

B. Ciri tantangan Pada tahap ini ditandai dengan sikap kalah atau menang berupa:
a). Kekalahan tampaknya lebih besar karena yang bersangkutan terikat dengan masalah.
b). Pada tahap ini pengelolaannya tidak dapat dilakukan secara sabar dan hati-hati karena setiap orang berkaitan dengan masalah yang kompleks.
c). Kelompok yang bersaing tidak suka mencari fakta yang akurat tentang lawan sainganya sebab tingkat kepecayaannya sudah menurun.
d). Muncul sikap putus asa akibatnya hanya saling sindir menyindir karena strategi yang digunakan hanya untuk mempertahankan sikapnya sendiri.

C. Ciri pertentangan /pertikaian Pada tahap ini keinginan untuk menang sangat kuat sekaligus untuk mencederai serta menghilangkan keberadaan kelompok lain, dengan pemikiran bahwa:
a). Konflik telah meningkat dalam eskalasi yang sangat tinggi.
b). Harus ada korban
c). Harus ada yang dihukum
d). Ada upaya untuk memperpanjang konflik
e). Salah satu kelompok harus tidak eksis lagi.

HASIL KAJIAN ANALISA KONFLIK

1. Kondisi yang mendahului (Antecendent Condition) Pada tahap ini terdapat unsur penyebab antara lain karena kecurigaan , pertentangan pribadi, ras, kelas sosial, politik, sumber daya, keyakinan yang kesemuanya dari faktor-faktor ini tercermin dalam perilaku kehidupan sosial kemasyarakatan.

2. Kemungkinan konflik yang dilihat (Perceived Potential Conflict) Pada tahap ini satu atau kedua belah pihak mulai tampak perubahan kepribadian pada diri masing-masing orang, retaknya kesatuan kelompok dan solidaritas atau kesetiakawanan sosial mulai hilang.

3. Konflik yang dirasa (Felt Conflict) Pada tahap ini benturan kepentingan dan kebutuhan sering terjadi. Satu pihak atau kedua belah pihak yang terlibat melihat keadaan yang tidak memuaskan, meghambat, menakutkan, bahkan mulai mengancam.

4. Perilaku yang tampak (Manifest Behavior) Pada tahap ini orang-orang mulai menanggapi dan mengambil tindakan, sejak dari saling mendiamkan, kemudian pertengkaran secara lisan, berdebat, bersaing, agresif, saling menyerang akhirnya bermusuhan sampai dengan balas dendam yang berkepanjangan. Bentuk perbuatan yang nyata baik berupa lisan atau kata-kata maupun tindakan bergabung jadi satu kemasan.

5. Konflik yang dikelola (Suppressed or Managed Conflict) Pada tahap ini konflik yang sudah terjadi dapat ditekan. Upaya-upaya maksimal untuk meniadakan konflik dilakuakan malalui kesepakatan bersama (negosiasi). Namun demikian meskipun secara lahiriah konflik itu tampaknya seperti sudah berakhir atau dapat diselesaikan namun masalah intinya belum ditanggani, dimana pihak-pihak yang berkonflik hanya sekedar berdamping walaupun dalam hatinya berada dalam keadaan masih panas atau tegang.

6. Sesudah konflik diselesaikan (Management Aftermath) Pada tahap ini apabila konflik tidak dikelola dan diselesaikan, kedua belah pihak yang terlibat akan menanggung akibatnya baik bagi dirinya sendiri, maupun dalam lingkungan sosial khususnya hubungan sosial serta hubungan dengan beberapa orang yang diperlukan. Bila konflik dikelola dan berhasil, maka pihak-pihak yang terlibat perlu menindaklanjuti hasil pengelolaan itu secara konsekuen dan konsisten dengan melandasi apa yang telah menjadi kesepakatan bersama.
7. Gejala-gejala dan karakteristik konflik baik pada tahapan peristiwa sehari-hari, tahap tantangan maupun tahap pertentangan, serta alternative penanganan, pengelolaan dan pengendaliannya.

8. Memperhatikan ciri khas human relations dalam pekerjaan social : a. Pekerja Sosial menciptakan relasi-relasi (hubungan) untuk tujuan professional b. Dalam relasi professional Pekerja Sosial mengabdikan dirinya untuk kepentingan klien (penyandang masalah) serta kebutuhan dan aspirasi warga masyarakat lainnya. c. Pekerja Sosial menciptakan human relations atas dasar obyektivitas dan mawas diri, peka terhadap kebutuhan orang lain, mampu mengatasi atau melangkah keluar dari kesulitan emosionalnya.

9. Mempertimbangkan jenis-jenis human relations : a. Kolaborasi : Hubungan antara Pekerja Sosial dengan klien (penyandang masalah) untuk persetujuan kerja dan menyetujui tujuan serta proses perubahan social yang disepakatinya. b. Tawar-menawar : Persetujuan tawar-menawar antara Pekerja Sosial dengan system-sistem yang lain, dimana : i. Norma/nilai social yang menekankan perlunya orang berusaha bekerjasama menyelesaikan perbedaan-perbedaan. Pekerja Sosial melakukan persuasi kepada orang lain agar mereka mau bekerjasama (duduk dalam satu meja), walaupun memiliki tujuan yang berbeda-beda. ii. Relasi tawar-menawar ini merupakan cara memperoleh sumber-sumber yang dapat diakses iii. Kedudukan/kekuatan beberapa aparatur pemerintah sebagai system sumber dapat dilibatkan dalam relasi tawar-menawar ini. c. Relasi Konflik : Relasi ini dapat terwujud manakala : i. Relasi tawar-menawar tidak berhasil, pihak-pihak yang terlibat tidak memahami hakikat persetujuan. ii. Terjadi polarisasi diantara perbedaan-perbedaan, tuntutan-tuntutan dan tujuan-tujuan. iii. Tujuan bagi Pekerja Sosial dan warga masyarakat yang berkonflik dianggap gawat oleh pihak ketiga/pihak lain yang memiliki kepentingannya sendiri, sehingga mereka harus diposisikan sebagai system sasaran. (bagian system dasar pekerjaan social) iv. Tidak ada minat sama sekali bagi pihak-pihak yang bertikai untuk membicarakan perbedaan-perbedaan dan persetujuan.

PENANGANAN, PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN KONFLIK

Pekerja sosial pada prinsipnya memulai dengan kegiatan : pengumpulan data, pengetesan data, analisis data, dan membuat kesimpulan. Pada tahapan pengumpulan data/informasi, pekerja sosial mengumpulkan informasi utama tentang diri klien itu sendiri, maupun tetang masalah konflik yang sedang dihadapi, dan kondisi atau situasi lingkungan sosialnya (person – problem – situation). Fokus utama intervensi pekerjaan sosial adalah keberfungsian sosial (sosial fungtioning) yaitu interaksi antara orang dengan lingkungan sosialnya yang dapat menyebabkan timbulnya masalah atau terjadinya konflik. Kesulitan apa yang dihadapi atau ketidakenakan yang dirasakan, faktor-faktor penyebabnya, serta akibat yang ditimbulkannya. Oleh karena itu hasil assessment dapat sangat bermanfaat dalam rangka sbb: a. Penggunaan informasi untuk penetapan keputusan-keputusan tentang prioritas masalah dan apa yang akan dikerjakan untuk pemecahan masalah tersebut. b. Mengetahui spesifikasi masalah, penyebab masalah, pertimbangan alternative atau pendekatan-pendekatan untuk pemecahan masalah dan, c. Seleksi penentuan tujuan dalam rangka penyusunan perencanaan pemecahan masalah. Pelaksanaan kegiatan dari upaya penanganan, pengelolaan dan pengendalian serta cara pandang konflik sbb;

1. PENANGANAN KONFLIK.
Penangan konflik dapat dilakukan dalam tiga bahagian sbb; a. Penanganan konflik dalam peristiwa sehari – hari : a). Membuat suatu proses yang menguji dari dua sisi untuk meningakatkan kesamaan pemahamam satu sama lain. b). Bertanyalah jika reaksi itu proporsional dengan keadaan, sehingga paling tidak membawa sisa emosi dari peristiwa lainnya untuk diselesaikan. c). Identifikasikan butir-butir kesepakatan dan segera menindaklanjutinya, serta mengindentifikasikan butir-butir ketidaksepakatan untuk tidak ditindak lanjuti. b. Penanganan pertentangan konflik : a). Membuat suasana yang aman termasuk menciptakan suatu lingkungan dimana setiap orang merasa aman, yaitu dengan membangun suasana informal, menetapkan kawasan netral, berada dalam kendali dengan agenda kegiatan yang mudah diatur. b). Tegaslah terhadap fakta tetapi lunak terhadap orang serta mengambil penambahan waktu untuk mendapakan data dan informasi secara detail. c). Membuat pekerjaan resmi sebagai kegiatan team dengan membagi tanggung jawab sehingga setiap orang mempunyai kesamaan tanggung jawab serta mempunyai alternatif untuk menyesuaikan diri. d). Mencari kesepakatan minimal tetapi tidak dianjurkan begitu mudahnya membuat kompromi. e). Memberikan waktu yang cukup untuk menarik kelompok yang bersaing agar dapat menerima kesepakatan tanpa memberikan konsesi atau mengeluarkan tekanan. d). Upaya ini sangat susah untuk mendudukkan orang-orang yang bertikai berada dalam satu meja, selama yang bersangkutan belum menyadari dan faham untuk membangun perdamaian (peach building), namun harus diupayakan secara keras. c. Penanganan penyelesaian konflik : a). Informasi dan data secara detail adalah sangat penting sehingga campur tangan team dari luar harus mau dan mampu memperhatikan data dan informasi secara detail, sehingga dapat menyelami dan meperhitungkan emosi negatif secara cermat. b). Waktu harus disediakan secara longgar untuk dapat mewawancari semua orang yang terlibat dalam konflik, sehingga dengan demikan dapat dilakukan penggungkapan dan pemahaman masalah yang sesungguhnya dirasakan atau dihadapi masing-masing. c). Alasan yang logis sering tidak efektif untuk menyadarkan kelompok yang sedang bertikai untuk mengakhiri konflik, karena kentalnya perbedaan yang diunjukkan secara menyolok. Untuk itu dicarikan sumber alternatif untuk menyalurkan energinya agar kadar konfliknya berada pada tahap yang lebih rendah. d). Menjelaskan tujuan penanganan konflik dengan menciptakan suasana yang menumbuhkan rasa untuk tidak harus selalu menang, kecuali dengan menghargai kearifan setiap orang.

2. PENGELOLAAN KONFLIK
a. Pendekatan win – win solution Prinsip-prinsip pendekatan sama-sama menang atau saling menguntungkan serta saling memuaskan, dimana kedua belah pihak menang dalam keberpihakan atas proses penegakan keadilan dan kebenaran, tetapi kalau masih belum tercapai dapat ditempuh upaya kompromi.

b. Belajar merespon Merespon disini adalah belajar memberikan stimulus dalam bentuk pertimbangan yang arif dan bijaksana. Kalau bereaksi kecenderungannya hanya belajar mendengarkan kemauannya diri sendiri, tetapi kalau merespon lebih banyak mendengarkan orang lain.

c. Penggunaan bahasa yang baik dan positif Ada pepatah bahasa kawi jawa kuno : Ajining diri dumunung ana ing lati. Artinya bahwa harga diri seseorang berada pada apa yang diucapkan melalui bibir dan lidahnya. Oleh karena itu harus berhati-hati menggunakan bahasa, karena kata-kata yang diucapkan biasanya bermakna, sehingga diupayakan menggunakan bahasa yang baik dan positif.

d. Mengenali terjadinya emosi Mengamati segala kejadian atau permasalahan yang dapat menimbulkan kemarahan yang diakibatkan adanya emosi yang tidak terkendalikan. Kecerdasan emosional (EQ) mencakup kemampuan memotivasi dirinya sendiri, dan mampu menangani atau mengendalikan dorongan hati, frustrasi, stress, yang memerlukan pengharapan dan empati.

e. Faktor – faktor ketidak-enakan Faktor-faktor yang dapat menggerakkan timbulnya konflik adalah sesuatu yang tidak mengenakkan seperti : kemarahan, ketakutan, kejengkelan, perasaan bersalah, perasaan terluka hatinya, penyesalan, kecemasan, trauma, dan sebagainya. Kalau faktor-faktor ketidakenakan tersebut dipelajari sebab-sebabnya, maka dapat menemukan langkah positif menuju kearah penyelesaian konflik.

f. Strategi pribadi Untuk mengendalikan rasaketidakenakan maka diperlukan strategi pribadi misalnya dengan gerakan-gerakan tubuh untuk memejamkan mata sejenak, melepaskan ketegangan, mengatur seni pernafasan, berkonsentrasi kepada pokok permasalahan yang sesungguhnya, dan sebagainya yang dapat mengekspresikan tingkat emosinya.

g. Mediasi Seni mediasi diperlukan bila suatu konflik semakin memburuk sehingga diperlukan pihak ketiga sebagai mediator, untuk menengahi konflik-konflik yang terjadi. Dalam mediasi sangat diperlukan suatu keahlian dalam bernegosiasi. Seorang mediator harus netral, adil, berperilaku yang baik, memiliki keterampilan untuk menganalisis, faham terhadap permasalahan yang terjadi, keterbukaan dalam penanganan masalah, memiliki integritas dan etika yang baik, kreatif dan fleksibel serta mampu menemukenali dan mengembangkan perilaku pribadinya masing-masing.

h. Negosiasi Seni negosiasi adalah dimulai dengan belajar untuk mendengar terlebih dahulu permasalahan yang berkaitan dengan konflik, menekan tuntutan-tuntutan yang diajukan salah satu pihak tanpa kejelasan titik persoalannya, kemudian menghindari negosiasi yang bersifat konfrontatif.

i. Pengembangan pendekatan pengelolaan konflik Pendekatan pengelolaan konflik dengan mempersatukan (integrating), kerelaan untuk membantu (obliging), mendominasi (dominating), menghindar (avoiding), dan kompromi (compromising).

j. Respon penolakkan Respon penolakan merupakan usaha untuk menghadapi aspek emosional konflik, seperti : cemas, menerima, memberikan tanggapan (lari atau menyerang) dan refleksi yang seimbang.

k. Gap inter personal Komunikasi merupakan gap inter personal, karena selama konflik berlangsung maka komunikasi yang baik sulit diwujudkan akibat banyaknya kata-kata yang dilontarkan mestinya tidak digunakan sebagaimana mestinya, karena menganggu perasaan orang lain dan dapat menjadikan gap interpersonal.

l. Refleksiologi emosional Perpindahan gerak dari kerjasama yang sifatnya terpaksa dan sering muncul pada saat eskalasi konflik meningkat, sehingga sering dijumpai unsur saling menyalahkan, merahasiakan sesuatu, perasaan tertekan.kemarahan, dan sebagainya.

3. PENGENDALIAN KONFLIK
Perlakuan pengendalian konflik dilaksanakan melalui ; a. Proses pengendalian konflik Melakukan persepsi tentang konflik itu sendiri, apa komponennya, dari mana sumbernya, bagaimana realisasinya, cara menghindarinya, implementasi penanganannya, pemilihan strategi yang digunakan, evaluasi dampak yang ditimbulkan oleh konflik. b. Cara pengendalian konflik Memberikan kesempatan kepada semua anggota kelompok untuk mengemukakan pendapatnya tentang kondisi-kondisi penting yang diinginkan sesuai persepsi masing-masing yang harus dipenuhi disesuaikan dengan sumber-sumber daya dan dana yang tersedia dan dapat dimanfaatkan. Kemudian minta satu pihak menempatkan diri pada posisi orang lain dengan memberikan argumentasi kuat terhadap posisi dimaksud, sehinga akan terwujud berbagai alternatif tindakan antara lain berupa: sikap sabar, penghindaran, kekerasan, negosiasi, mediasi, konsiliasi, abritasi, peradilan, dan sebagainya. c. Tindakan pengendalian konflik a). Menghindar b). Kompromi c). Kompetisi d). Akomodasi e). Kolaborasi d. Kontribusi untuk pengendalian konflik sebagai hasil asesmen a). Sanggup menyampaikan pokok masalah penyebab timbulnya konflik. b.) Mau mengakui adanya konflik c). Bersedia melatih diri untuk mendengarkan dan mempelajari perbedaan d). Sanggup mengajukan usul atau nasihat e). Meminimalisasi ketidakcocokan.

4. UPAYA HASIL PEKERJAAN SOSIAL TERHADAP KONFLIK.
Perlu diketahui upaya-upaya hasil dalam konflik sbb; : a. Hasil konflik dengan cara pandang negatif 1. Mempertajam perbedaan 2. Penghamburan tenaga, biaya dan waktu yang sia-sia 3. Menurunkan semangat beraktivitas 4. Memilah-milahkan kelompok dan anggota-anggotanya merusak kerjasama 5. Menimbulkan kecurigaan dan ketidakpercayaan 6. Mengurangi produktivitas / hasil karya b. Hasil konflik dengan cara pandang positif 1. Permasalahan konflik yang ada menjadi terbuka dan jelas 2. Memperbaiki kualitas pemecahan masalah 3. Meningkatkan keterlibatan para anggota 4. Memberikan kesempatan berkomunikasi secara spontan 5. Menciptakan pertumbuhan dan penguatan hubungan 6. Meningkatkan produktivitas c. Hasil konflik dengan jenis- jenis relasi yang dihasilkan akibat dari pengaruh human relations (Antara Pekerja Sosial dengan pihak lain yang terkait) dalam tabel sbb;
PEKERJA SOSIAL KOLOBORASI: Kepercayaan dan persetujuan timbal-balik mengenai cara dan hasil
TAWAR-MENAWAR: Pertentangan, tetapi ada kemauan untuk membicarakan perbedaan-perbedaan
RELASI KONFLIK: Ketidak percayaan dan ketidaksetujuan mengenai cara dan hasil
HASIL PERSEPSI PIHAK LAIN Diinginkan dan sesuai dengan minat-minat pribadi Tidak sepenuhnya sesuai dengan minat-minat pribadi Tidak diinginkan dan tidak sesuai dengan minat-minat pribadi
BEBAN PERSEPSI PIHAK LAIN Tidak berat, dapat dipenuhi dengan memnggunakan kemampuan dan sumber-sumber yang ada Cukup berat, memerlukan pengembangan kemampuan dan keterampilan-keterampilan baru atau perubahan kemampuan dan keterampilan termasuk realokasi sumber-sumber Sangat berat, karena memerlukan perubahan relasi-relasi status dan kekuatan dasar,kontrol terhadap sumber-sumber.

KESIMPULAN Berdasarkan uraian-uraian tersebut diatas dapat kami simpulkan upaya pekerjaan sosial dalam mengatasi konflik berupa tindakan atau langkah-langkah kegiatan sbb;
1. Menciptakan hubungan positif dalam kelompok dengan cara antara lain :
a. Menciptakan pemenang, melakukan voting untuk menentukan pihak yang kalah
b. Mengumumkan penangguhan
c. Menganjurkan partisipasi yang sederajat
d. Aktif mendengarkan
e. Memisahkan fakta dari opini
f. Memisahkan orang dari masalah
g. Memecah belah dan menaklukkan

2.Jangan melakukan tindakan selama menghadapi konflik antara lain :
b. Jangan memberikan kesempatan untuk perjuangan mendapatkan kekuasaan
c. Jangan / tidak memihak dalam konflik
d. Jangan membiarkan konflik menempati agenda anda
e. Jangan terperangkap kengerian
f. Jangan dibodohi oleh proyeksi

3.Mewujudkan action team intervensi
a. Pembentukkan team
b. Melakukan proses intervensi
c. Melakukan parameter
d. Melakukan pengumpulan data
e. Wawancara
f. Menyusun ulang issue
g. Menciptakan alternative
h. Evaluasi dan kesepakatan

IKATAN KIMIA (1)

Adalah ikatan yang terjadi antar atom atau antar molekul dengan cara sebagai berikut :
a). atom yang 1 melepaskan elektron, sedangkan atom yang lain menerima elektron.
b). penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom.

 Tujuan pembentukan ikatan kimia adalah agar terjadi pencapaian kestabilan suatu unsur.
 Elektron yang berperan pada pembentukan ikatan kimia adalah elektron valensi dari suatu atom/unsur yang terlibat.
 Salah 1 petunjuk dalam pembentukan ikatan kimia adalah adanya 1 golongan unsur yang stabil yaitu golongan VIIIA atau golongan 18 (gas mulia).
 Maka dari itu, dalam pembentukan ikatan kimia; atom-atom akan membentuk konfigurasi elektron seperti pada unsur gas mulia.
 Unsur gas mulia mempunyai elektron valensi sebanyak 8 (oktet) atau 2 (duplet, yaitu atom Helium).

Periode Unsur Nomor Atom K L M N O P
1 He 2 2
2 Ne 10 2 8
3 Ar 18 2 8 8
4 Kr 36 2 8 18 8
5 Xe 54 2 8 18 18 8
6 Rn 86 2 8 18 32 18 8

 Kecenderungan unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnya sama seperti gas mulia terdekat dikenal dengan istilah Aturan Oktet.M

Lambang Lewis (1)
Adalah lambang atom yang dilengkapi dengan elektron valensinya.
Perhatikan Tabel 4.2 dari Buku Paket halaman 144!
• Lambang Lewis gas mulia menunjukkan 8 elektron valensi (4 pasang).
• Lambang Lewis unsur dari golongan lain menunjukkan adanya elektron tunggal (belum berpasangan).

Berdasarkan perubahan konfigurasi elektron yang terjadi pada pembentukan ikatan, maka ikatan kimia dibedakan menjadi 4 yaitu : ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinat/koordinasi/dativ dan ikatan logam.

1). Ikatan Ion (elektrovalen) (1)
o Terjadi jika atom unsur yang memiliki energi ionisasi kecil/rendah melepaskan elektron valensinya (membentuk kation) dan atom unsur lain yang mempunyai afinitas elektron besar/tinggi menangkap/menerima elektron tersebut (membentuk anion).
o Kedua ion tersebut kemudian saling berikatan dengan gaya elektrostatis.
o Unsur yang cenderung melepaskan elektron adalah unsur logam sedangkan unsur yang cenderung menerima elektron adalah unsur non logam.
Contoh 1 :
Ikatan antara dengan
Konfigurasi elektronnya :
= 2, 8, 1
= 2, 8, 7

 Atom Na melepaskan 1 elektron valensinya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia.
 Atom Cl menerima 1 elektron pada kulit terluarnya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia.

(2,8,1) (2,8)

(2,8,7) (2,8,8)

 Antara ion Na+ dengan terjadi gaya tarik-menarik elektrostatis sehingga terbentuk senyawa ion NaCl.

Contoh 2 :
Ikatan antara Na dengan O
 Supaya mencapai oktet, maka Na harus melepaskan 1 elektron menjadi kation Na+

(2,8,1) (2,8)
 Supaya mencapai oktet, maka O harus menerima 2 elektron menjadi anion

(2,6) (2,8)

 Reaksi yang terjadi :
(x2)
(x1)
+
2Na + O 2 Na+ + Na2O

Contoh lain : senyawa MgCl2, AlF3 dan MgO (perhatikan Buku Paket hal 147 dan 148).

Senyawa yang mempunyai ikatan ion antara lain :
a) Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan halogen (VIIA)
Contoh : NaF, KI, CsF
b) Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan oksigen (VIA)
Contoh : Na2S, Rb2S,Na2O
c) Golongan alkali tanah (IIA) dengan golongan oksigen (VIA)
Contoh : CaO, BaO, MgS

Sifat umum senyawa ionik :
1) Titik didih dan titik lelehnya tinggi.
2) Keras, tetapi mudah patah.
3) Penghantar panas yang baik.
4) Lelehan maupun larutannya dapat menghantarkan listrik (elektrolit).
5) Larut dalam air.
6) Tidak larut dalam pelarut/senyawa organik (misal : alkohol, eter, benzena).

2). Ikatan Kovalen
o Adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan.
o Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah 1 atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron (terjadi pada atom-atom non logam).
o Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion.
o Atom non logam cenderung untuk menerima elektron sehingga jika tiap-tiap atom non logam berikatan maka ikatan yang terbentuk dapat dilakukan dengan cara mempersekutukan elektronnya dan akhirnya terbentuk pasangan elektron yang dipakai secara bersama.
o Pembentukan ikatan kovalen dengan cara pemakaian bersama pasangan elektron tersebut harus sesuai dengan konfigurasi elektron pada unsur gas mulia yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2 elektron).

Ada 3 jenis ikatan kovalen :
a). Ikatan Kovalen Tunggal. (1)
Contoh 1 :
 Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom H membentuk molekul H2
 Konfigurasi elektronnya :
= 1
 Ke-2 atom H yang berikatan memerlukan 1 elektron tambahan agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil (sesuai dengan konfigurasi elektron He).
 Untuk itu, ke-2 atom H saling meminjamkan 1 elektronnya sehingga terdapat sepasang elektron yang dipakai bersama.

Rumus struktur = H-H
Rumus kimia = H2
Contoh 2 :
 Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom F membentuk molekul HF
 Konfigurasi elektronnya :
= 1
= 2, 7
 Atom H memiliki 1 elektron valensi sedangkan atom F memiliki 7 elektron valensi.
 Agar atom H dan F memiliki konfigurasi elektron yang stabil, maka atom H dan atom F masing-masing memerlukan 1 elektron tambahan (sesuai dengan konfigurasi elektron He dan Ne).
 Jadi, atom H dan F masing-masing meminjamkan 1 elektronnya untuk dipakai bersama.

Rumus struktur = H-F
Rumus kimia = HF

b). Ikatan Kovalen Rangkap Dua. (1)
Contoh :
 Ikatan yang terjadi antara atom O dengan O membentuk molekul O2
 Konfigurasi elektronnya :
= 2, 6
 Atom O memiliki 6 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom O memerlukan tambahan elektron sebanyak 2.
 Ke-2 atom O saling meminjamkan 2 elektronnya, sehingga ke-2 atom O tersebut akan menggunakan 2 pasang elektron secara bersama.

Rumus struktur : O=O
Rumus kimia : O2

c). Ikatan Kovalen Rangkap Tiga. (1)
Contoh 1:
o Ikatan yang terjadi antara atom N dengan N membentuk molekul N2
o Konfigurasi elektronnya :
= 2, 5
o Atom N memiliki 5 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom N memerlukan tambahan elektron sebanyak 3.
o Ke-2 atom N saling meminjamkan 3 elektronnya, sehingga ke-2 atom N tersebut akan menggunakan 3 pasang elektron secara bersama.

Rumus struktur : N≡N
Rumus kimia : N2

Contoh 2:
 Ikatan antara atom C dengan C dalam etuna (asetilena, C2H2).
 Konfigurasi elektronnya :
= 2, 4
= 1

 Atom C mempunyai 4 elektron valensi sedangkan atom H mempunyai 1 elektron.
 Atom C memasangkan 4 elektron valensinya, masing-masing 1 pada atom H dan 3 pada atom C lainnya.

H-C≡C-H
(Rumus Lewis) (Rumus bangun/struktur)

3). Ikatan Kovalen Koordinasi/Koordinat/Dativ/Semipolar (1)
o Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.
o Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron.

Contoh 1:
o Terbentuknya senyawa BF3-NH3

Atau

Contoh 2:
o Terbentuknya molekul ozon (O3)
o Agar semua atom O dalam molekul O3 dapat memenuhi aturan oktet maka dalam salah 1 ikatan O-O, oksigen pusat harus menyumbangkan kedua elektronnya.

Rumus struktur :
O=O O

4). Ikatan Logam (1)
 Adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik-menarik yang terjadi antara muatan positif dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas bergerak.
 Atom-atom logam dapat diibaratkan seperti bola pingpong yang terjejal rapat 1 sama lain.
 Atom logam mempunyai sedikit elektron valensi, sehingga sangat mudah untuk dilepaskan dan membentuk ion positif.
 Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat banyak tempat kosong) sehingga elektron dapat berpindah dari 1 atom ke atom lain.
 Mobilitas elektron dalam logam sedemikian bebas, sehingga elektron valensi logam mengalami delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari 1 atom ke atom lain.

Gambar Ikatan Logam

 Elektron-elektron valensi tersebut berbaur membentuk awan elektron yang menyelimuti ion-ion positif logam.
 Struktur logam seperti gambar di atas, dapat menjelaskan sifat-sifat khas logam yaitu :
a). berupa zat padat pada suhu kamar, akibat adanya gaya tarik-menarik yang cukup kuat antara elektron valensi (dalam awan elektron) dengan ion positif logam.
b). dapat ditempa (tidak rapuh), dapat dibengkokkan dan dapat direntangkan menjadi kawat. Hal ini akibat kuatnya ikatan logam sehingga atom-atom logam hanya bergeser sedangkan ikatannya tidak terputus.
c). penghantar / konduktor listrik yang baik, akibat adanya elektron valensi yang dapat bergerak bebas dan berpindah-pindah. Hal ini terjadi karena sebenarnya aliran listrik merupakan aliran elektron.

Polarisasi Ikatan Kovalen (1)
Suatu ikatan kovalen disebut polar, jika pasangan elektron ikatan (PEI) tertarik lebih kuat ke salah 1 atom.
Contoh 1 :
Molekul HCl

Meskipun atom H dan Cl sama-sama menarik pasangan elektron, tetapi keelektronegatifan Cl lebih besar daripada atom H.
Akibatnya atom Cl menarik pasangan elektron ikatan (PEI) lebih kuat daripada atom H sehingga letak PEI lebih dekat ke arah Cl (akibatnya terjadi semacam kutub dalam molekul HCl).

Jadi, kepolaran suatu ikatan kovalen disebabkan oleh adanya perbedaan keelektronegatifan antara atom-atom yang berikatan.
Sebaliknya, suatu ikatan kovalen dikatakan non polar (tidak berkutub), jika PEI tertarik sama kuat ke semua atom.
Contoh 2 :

Dalam tiap molekul di atas, ke-2 atom yang berikatan menarik PEI sama kuat karena atom-atom dari unsur sejenis mempunyai harga keelektronegatifan yang sama.
Akibatnya muatan dari elektron tersebar secara merata sehingga tidak terbentuk kutub.

Contoh 3 :

Meskipun atom-atom penyusun CH4 dan CO2 tidak sejenis, akan tetapi pasangan elektron tersebar secara simetris diantara atom-atom penyusun senyawa, sehingga PEI tertarik sama kuat ke semua atom (tidak terbentuk kutub).
Momen Dipol ( µ ) (1)
Adalah suatu besaran yang digunakan untuk menyatakan kepolaran suatu ikatan kovalen.
Dirumuskan :
µ = Q x r ; 1 D = 3,33 x 10-30 C.m
keterangan :
µ = momen dipol, satuannya debye (D)
Q = selisih muatan, satuannya coulomb (C)
r = jarak antara muatan positif dengan muatan negatif, satuannya meter (m)

Perbedaan antara Senyawa Ion dengan Senyawa Kovalen
No Sifat Senyawa Ion Senyawa Kovalen
1 Titik didih Tinggi Rendah
2 Titik leleh Tinggi Rendah
3 Wujud Padat pada suhu kamar Padat,cair,gas pada suhu kamar
4 Daya hantar listrik Padat = isolator
Lelehan = konduktor
Larutan = konduktor Padat = isolator
Lelehan = isolator
Larutan = ada yang konduktor
5 Kelarutan dalam air Umumnya larut Umumnya tidak larut
6 Kelarutan dalam trikloroetana (CHCl3) Tidak larut Larut

Pengecualian dan Kegagalan Aturan Oktet (1)
1). Pengecualian Aturan Oktet
a) Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet
Meliputi senyawa kovalen biner sederhana dari Be, B dan Al yaitu atom-atom yang elektron valensinya kurang dari 4.
Contoh : BeCl2, BCl3 dan AlBr3

b) Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil
Contohnya : NO2 mempunyai jumlah elektron valensi (5 + 6 + 6) = 17

c) Senyawa dengan oktet berkembang
Unsur-unsur periode 3 atau lebih dapat membentuk senyawa yang melampaui aturan oktet / lebih dari 8 elektron pada kulit terluar (karena kulit terluarnya M, N dst dapat menampung 18 elektron atau lebih).
Contohnya : PCl5, SF6, ClF3, IF7 dan SbCl5
Perhatikan gambar halaman 165 dari Buku Paket!

2). Kegagalan Aturan Oktet
Aturan oktet gagal meramalkan rumus kimia senyawa dari unsur transisi maupun post transisi.
Contoh :
 atom Sn mempunyai 4 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +2
 atom Bi mempunyai 5 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +1 dan +3
Penyimpangan dari Aturan Oktet dapat berupa :
1) Tidak mencapai oktet
2) Melampaui oktet (oktet berkembang)

Penulisan Struktur Lewis
Langkah-langkahnya :
1) Semua elektron valensi harus muncul dalam struktur Lewis
2) Semua elektron dalam struktur Lewis umumnya berpasangan
3) Semua atom umumnya mencapai konfigurasi oktet (khusus untuk H, duplet)
4) Kadang-kadang terdapat ikatan rangkap 2 atau 3 (umumnya ikatan rangkap 2 atau 3 hanya dibentuk oleh atom C, N, O, P dan S)

Langkah alternatif : (syarat utama : kerangka molekul / ion sudah diketahui)
1) Hitung jumlah elektron valensi dari semua atom dalam molekul / ion
2) Berikan masing-masing sepasang elektron untuk setiap ikatan
3) Sisa elektron digunakan untuk membuat semua atom terminal mencapai oktet
4) Tambahkan sisa elektron (jika masih ada), kepada atom pusat
5) Jika atom pusat belum oktet, tarik PEB dari atom terminal untuk membentuk ikatan rangkap dengan atom pusat

Resonansi
a. Suatu molekul atau ion tidak dapat dinyatakan hanya dengan satu struktur Lewis.
b. Kemungkinan-kemungkinan struktur Lewis yang ekivalen untuk suatu molekul atau ion disebut Struktur Resonansi.
Contoh :

c. Dalam molekul SO2 terdapat 2 jenis ikatan yaitu 1 ikatan tunggal (S-O) dan 1 ikatan rangkap (S=O).
d. Berdasarkan konsep resonansi, kedua ikatan dalam molekul SO2 adalah ekivalen.
e. Dalam molekul SO2 itu, ikatan rangkap tidak tetap antara atom S dengan salah 1 dari 2 atom O dalam molekul itu, tetapi silih berganti.
f. Tidak satupun di antara ke-2 struktur di atas yang benar untuk SO2, yang benar adalah gabungan atau hibrid dari ke-2 struktur resonansi tersebut.

(1) www.freewebs.com/kimiadb2/IkatanKimiaWebSem2.doc

PERSAMAAN REAKSI (2)
Dalam ilmu kimia, persamaan reaksi atau persamaan kimia adalah penulisan simbolis dari sebuah reaksi kimia. Rumus kimia pereaksiditulis di sebelah kiri persamaan dan rumus kimia produk dituliskan di sebelah kanan.[1]. Koefisien yang ditulis di sebelah kiri rumus kimia sebauh zat adalah koefisien stoikiometri, yang menggambarkan jumlah zat tersebut yang terlibat dalam reaksi relatif terhadap zat yang lain. Persamaan reaksi yang pertama kali dibuat oleh ahli iatrokimia Jean Beguin pada 1615.

Representasi grafis dari persamaan reaksi pembakaran metana
Dalam sebuah persamaan reaksi, pereaksi dan produk dihubungkan melalui simbol yang berbeda-beda. Simbol → digunakan untuk reaksi searah, ⇆ untuk reaksi dua arah, dan ⇌ untuk reaksi kesetimbangan. Misalnya, persamaan reaksi pembakaran metana (suatu gas pada gas alam) oleh oksigen dituliskan sebagai berikut
CH4 + 2 O2 → CO2 + 2 H2O
Seringkali pada suatu persamaan reaksi, wujud zat yang bereaksi dituliskan dalam singkatan di sebelah kanan rumus kimia zat tersebut. Huruf s melambangkan padatan, l melambangkan cairan, gmelambangkan gas, dan aq melambangkan larutan dalam air. Misalnya, reaksi padatan kalium (K) denganair (2H2O) menghasilkan larutan kalium hidroksida (KOH) dan gas hidrogen (H2), dituliskan sebagai berikut
2K (s) + 2H2O (l) → 2KOH (aq) + H2 (g)
Selain itu, di paling kanan dari sebuah persamaan reaksi kadang-kadang juga terdapat suatu besaran atau konstanta, misalnya perubahan entalpi atau konstanta kesetimbangan. Misalnya proses Haber (reaksi sintesis amonia) dengan perubahan entalpi (ΔH) dituliskan sebagai berikut
N2(g) + 3H2(g) → 2NH3(g) ΔH = -92.4 kJ/mol.
Suatu persamaan disebut setara jika jumlah suatu unsur pada sebelah kiri persamaan sama dengan jumlah unsur tersebut di sebelah kanan, dan dalam reaksi ionik, jumlah total muatan harus setara juga.
(2) http://id.wikipedia.org/wiki/Persamaan_reaksi

PERSAMAAN REAKSI MEMPUNYAI SIFAT (3)
1. Jenis unsur-unsur sebelum dan sesudah reaksi selalu sama
2. Jumlah masing-masing atom sebelum dan sesudah reaksi selalu sama
3. Perbandingan koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol (khusus yang berwujud gas perbandingan koefisien juga menyatakan perbandingan volume asalkan suhu den tekanannya sama)

Contoh: Tentukanlah koefisien reaksi dari

HNO3 (aq) + H2S (g) ® NO (g) + S (s) + H2O (l)
Cara yang termudah untuk menentukan koefisien reaksinya adalah dengan memisalkan koefisiennya masing-masing a, b, c, d dan e sehingga:

a HNO3 + b H2S ® c NO + d S + e H2O
Berdasarkan reaksi di atas maka
atom N : a = c (sebelum dan sesudah reaksi)
atom O : 3a = c + e ® 3a = a + e ® e = 2a
atom H : a + 2b = 2e = 2(2a) = 4a ® 2b = 3a ® b = 3/2 a
atom S : b = d = 3/2 a

Maka agar terselesaikan kita ambil sembarang harga misalnya a = 2 berarti: b = d = 3, dan e = 4 sehingga persamaan reaksinya :

2 HNO3 + 3 H2S ® 2 NO + 3 S + 4 H2O
Persamaan reaksi merupakan salah satu langkah untuk merangkum apa yang terjadi dalam suatu reaksi kimia. Persamaan kimia dapat dijelaskan secara lisan maupun tulisan, yaitu melalui rumus reaksi kimia. Senyawa yang akan mengalami reaksi kimia disebut Reaktan. Reaktan dituliskan di ruas kiri pada reaksi kimia, sedangkan senyawa yang dihasilkan setelah reaksi kimia dinamakan Produk. Produk dituliskan di ruas kanan pada reaksi kimia.

Penulisan persamaan reaksi harus mengikuti langkah-langkah berikut ini.
1. Tuliskan persamaan reaksi dalam kata-kata dengan menggunakan informasi yang diberikan ataupun berdasarkan pengetahuan kimia.
2. Tuliskan rumus reaksi kimia yang benar dari setiap reaktan pada ruas kiri dan produk pada ruas kanan persamaan reaksi.
3. Setarakan persamaan reaksi yang telah ditulis. Hal ini dilakukan untuk memperoleh jumlah atom yang sama untuk reaktan dan produk.
4. Terakhir, cantumkan simbol keadaan fase, seperti l, s, g, dan aq. l (liqiud), s (solid), g (gas), aq (aqueous)

Sebagai contoh, perhatikan persamaan reaksi untuk oksidasi magnesium. Ketika magnesium direaksikan dengan oksigen, langkah-langkah yang harus dijalankan adalah sebagai berikut.
Langkah 1
Menuliskan persamaan reaksi dengan kata-kata
magnesium + oksigen → magnesium oksida

Langakah 2
Menuliskan rumus reaksi kimia dari setiap reaktan dan produk
Mg + O2 → MgO
Rumus molekul magnesium oksida adalah MgO. Ion magnesium (Mg2+) membutuhkan hanya ion oksidauntuk menyeimbangkan muatannya.

Langkah 3
Menyetarakan persamaan reaksi yang sudah ditulis.
2Mg + O2 → 2MgO
Langkah 4
Mencantumkan simbol keadaan fase
2Mg(s) + O2 → 2MgO(s)

PERSAMAAN REAKSI SEDERHANA (3)
• REAKSI – REAKSI SENYAWA ORGANIK
• A. Reaksi oksida asam dan air membentuk senyawa asam yang mengandung oksigen,
• Karbon dioksida dengan air membentuk asam karbonat
CO2 + H2O → H2CO3
Sulfur Dioksida dengan air membentuk asam sulfit
SO2 + H2O → H2SO3
Dinitrogen Trioksida dengan air membentuk asam nitrit.
N2O3 + H2O → 2HNO2

Difosfor Trioksida dan air menghasilkan asam fosfit
P2O3 + 3H2O → 2H3PO3

• B. Reaksi oksida basa dengan air membentuk senyawa basa yang mengandung OH.

Natrium oksida dengan air membentuk natrium hidroksida
Na2O + H2O → 2NaOH

Kalsium oksida dengan air membentuk kalsium hidroksida
CaO + H2O → Ca(OH)2

C. Penyetaraan reaksi kimia
Fe + O2 → FeO
Persamaan reaksi tersebutbelum setara karena jumlah atom di ruas kiri belum sama dengan jumalh atom di ruas kanan.

a Fe + b O2 → c FeO

1. Jika atom Fe di ruas kiri dan ruas kanan adalah satu, maka 1 a = 1 c, atau a = c
2. Jumlah atom O di ruas kiri adalah dua dan di ruas kanan hanya satu, maka 2 b = c, jika c = 1 maka b = ½
3. Maka, persamaan reaksi kimianya adalah 1 Fe + ½ O2 → 1 FeO atau jika dikalikan 2 menjadi 2 Fe + O2 → 2 FeO

• REAKSI SENYAWA ORGANIK

• 1. Jika dibakar sempurna, gas metana menghasilkan karbon dioksida dan air
CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O

2. Asam asetat bereaksi dengan natrium hidroksida membentuk natrium asetat dan air
CH3COOH + NaOH → CH3COONa + H2O

• REAKSI UMUM ASAM DAN BASA MENGHASILKAN GARAM
1. Asam klorida dan Natrium hidroksida menghasilkan garam natrium klorida dan air.
HCl + NaOH → NaCl + H2O
2. Asam Nitrat bereaksidengan Kalium hidroksida menghasilkan garam Kalium nitrat
HNO3 + KOH → KNO3+ H2O

(3) http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor- Pendamping/Praweda/Kimia/0163%20Kim%201-1d.htm
CONTOH SOAL :
1. Unsur X bernomor atom 8, maka harga keempat bilangan kuantum elektron terakhir unsur
tersebut adalah …
a. n = 2; l = 0; m = 0; s = – 1/2 d. n = 2; l = 1; m = -1; s = + 1/2
b. n = 2; l = 1; m = 1; s = +1/2 e. n = 2; l = 1; m = -1; s = – 1/2
c. n = 2; l = 1; m = 0; s = – 1/2
Jawab : e
Unsur X mempunyai nomor atom = 8. Konfigurasi elektronnya : 1s2 2s2 2p4` m = -1 0 +1
Jadi 4 bilka untuk elektron terakhir adalah : n =2; l=1; m = -1; s = -1/2

2. Argon mempunyai nomor atom 18. Ion berikut yang mempunyai konfigurasi electron [Ar] 3d4
adalah …
a. 20Ca2+ b. 22Ti2+ c. 24Cr2+ d. 25Mn2+ e. 26Fe2+
Jawab : c
Untuk membentuk ion positip, elektron dilepaskan mulai dari kulit terluar.
24Cr : [Ar] 3d4 4s2 maka untuk menjadi ion Cr2+ harus melepas 2 elektron pada kulit terluarnya.

3. Diantara unsur-unsur 3P, 12Q, 19R, 33S dan 53T, yang terletak dalam golongan yang sama
pada sistem periodik adalah …
a. P dan Q c. P dan R e. R dan T
b. Q dan S d. S dan T
Jawab : c
P : 1s2 2s1 = Golongan IA
Perioda 2
Q : 1s2 2s2 2p6 3s2 = Golongan IIA
Perioda 3
R : [Ar] 4s1 = Golongan IA
Periode 4
S : [Ar] 3d10 4s2 4p3 = Golongan VA
Periode 4
T : [Kr] 4d10 5s2 5p5 = Golongan VIA
Periode 5

4. Suatu logam divalent L sebanyak 8 gram, dilarutkan ke dalam HCl berlebih dan diperoleh 4,48
dm3 gas hidrogen (STP). Jika logam ini memiliki 20 netron, maka letaknya dalam sistem
periodik …
a. golongan IIA, periode 2 c. golongan IIA, periode 4 e. golongan IVA, periode 4
b. golongan IIA, periode 3 d. golongan IVA, periode 3
Jawab : c
Reaksi : L(s) + 2 HCl(aq) → LCl2(aq) + H2(g)
Mol H2 = 4,48/22,4 mol = 0,2 mol
Mol L = 1/1x 0,2 mol = 0,2 mol
Ar L = 8/0,2 = 40
Nomor atom (z) = L = Ar – Σ n = 40 – 20 = 20
Konfigurasi electron : [Ar] 4s2 termasuk golongan IIA, periode 4

5. Unsur yang jari-jari atomnya terbesar adalah …
a. 11Na b. 13Al c. 14Si d. 17Cl e. 12Mg
Jawab : a
Dalam sistem periodik pada satu periode dari kiri ke kanan jari-jari atomnya semakin kecil, sebab kulit atom tetap, sedangkan muatan inti bertambah mengakibatkan gaya tariknya semakin besar.
Jadi jari-jari terbesar dimiliki oleh Na, sedangkan jari-jari terkecil dimiliki oleh Cl.

6. Unsur-unsur A,B, dan C terletak pada periode 3 sistem periodik. Oksida unsur A dalam air
menghasilkan larutan yang mempunyai pH<7, sedangkan unsur B dengan air bereaksi
menghasilkan gas hidrogen. Percobaan lain menunjukkan bahwa unsur C dapat bereaksi baik
dengan larutan asam maupun basa. Susunan unsur-unsur tersebut dalam sistem periodik
dari kiri ke kanan adalah :
a. A,C,B b. C,A,B c. B,A,C d. A,B,C e. B,C,A
jawab ; e
Unsur-unsur A,B, dan C terletak pada periode 3 sistem periodik.
Oksida unsur A dalam air menghasilkan larutan yang mempunyai pH< 7 berarti bersifat asam. Jadi unsur A adalah non logam, maka A terletak di sebelah kanan dalam sisper.
Unsur B bereaksi dengan air menghasilkan gas Hidrogen. Jadi B merupakan logam yang sangat reaktif terhadap air, terletak di sebelah kiri dalam sisper.
Unsur C dapat bereaksi dengan asam, maupun basa, maka unsure C merupakan logam amfoter yang terletak di tengah sisper.
Jadi susunan unsur-unsur tersebut dalam sisper dari kiri ke kanan adalah : B, C, A

7. Tentukan nomor atom, jika diketahui bilangan kuantum elektron terakhirnya sebagai berikut:
n = 4; l = 3; m = 0; s = +½
Jawab:
Bilka : n = 4; l = 3; m = 0; s = +½ → 4f
m = -3 -2 -1 0 +1 +2 +3
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p 6 6s2 4 f 4 → Jumlah elektronnya = 56
Jadi nomor atomnya = 56

A.Pertumbuhan Penduduk

1.Pengertian Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia. (menurut Wikipedia)

Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk pada khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara maupun dunia. (menurut MKDU ISD)

Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya. (menurut modul online)

Angka pertumbuhan penduduk adalah tingkat pertambahan penduduk suatu wilayah atau negara dalam suatu jangka waktu tertentu, dinyatakan dalam persentase.

Nilai pertumbuhan penduduk (NPP) adalah nilai kecil dimana jumlah individu dalam sebuah populasi meningkat.

Ini dapat dituliskan dalam rumus: P = Poekt

  • Contoh Tabel Perkembangan Penduduk Dunia

Dari tabel tersebut menunjukan bahwa untuk mencapai jumlah penduduk dua kali lipat waktu yang diperlukan makin lama makin singkat. Faktor penyebab utama ini adalah adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama kemajuan di bidang kesehatan. Dengan kemajuan teknologi kesehatan kelahiran dapat diatur dan kematian dapat dicegah. Ini semua mengakibatkan menurunnya angka kematian secara drastis atau mencolok.

Sesuai dengan tingkat kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi maka tiap-tiap masyarakat atau negara, pertumbuhan penduduknya mengalami 4 periode yaitu:

  • Periode I
    Pada periode ini pertumbuhan penduduk berjalan dengan lambat yang ditandai dengan adanya tingkat kelahiran dan kematian yang rendah sehingga disebut periode statis.
  • Periode II
    Tahap kedua ini angka kematian mulai turun karena adanya perbaikan gizi makanan dan kesehatan. Akibat dari itu semua pertumbuhan penduduk menjadi cepat mengingat angka kelahiran yang masih tinggi.
  • Periode III
    Periode ini ditandai dengan tingkat pertumbuhan penduduk mulai turun. Tingkat kematian pada periode ini stabil sampai pada tingkat rendah dan angka kelahiran menurun, penyebabnya antara lain adanya pembatasan jumlah anggota keluarga.
  • Periode IV
    Pada masa ini tingkat kematian stabil, tetapi tingkat kelahiran menurun secara perlahan sehingga pertumbuhan penduduk rendah. Periode ini di sebut periode penduduk stasioner.

Dari empat periode di atas, pertumbuhan penduduk Indonesia berada pada periode kedua dan sekarang sedang menuju periode ketiga.

Untuk menghitung pertambahan penduduk digunakan rumus:

Dari rumus di atas terdapat dua kelompok perhitungan pertambahan penduduk yaitu:

Pertambahan penduduk alami atau natural increase artinya pertambahan penduduk yang dihitung dari selisih antara kelahiran dan kematian.

Pertambahan Migrasi (Net Migration) artinya pertambahan penduduk yang dihitung dari selisih antara jumlah penduduk yang masuk dengan penduduk yang keluar.
Rumusnya:

2.Faktor-faktor pertambahan penduduk

Pertambahan penduduk pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor – faktor demografi sebagai berikut :

  1. Kematian (Mortalitas)
  2. Kelahiran (Natalitas)
  3. Migrasi (Mobilitas)

Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami, sedangkan perpindahan penduduk dinamakan faktor non alami. Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/rate. Tingkat/rate adalah ukuran frekuensi suatu penyakit atau peristiwa/kejadian tertentu yang terjadi pada suatu populasi selama periode waktu tertentu, dibandingkan dengan jumlah penduduk yang menanggung resiko tersebut.

  1. 1. Kematian

Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).

a.) Faktor pendukung kematian (pro mortalitas)
Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah:
- Sarana kesehatan yang kurang memadai.
- Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
- Terjadinya berbagai bencana alam
- Terjadinya peperangan
- Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
- Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.

b.) Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah:
- Lingkungan hidup sehat.
- Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
- Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
- Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
- Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.

Ada beberapa jenis perhitungan angka kelahiran yaitu:

¶     Angka Kematian Kasar ( Crude Death Rate/CDR )

Angka kematian kasar adalah yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000 penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu. Ini dapat dituliskan dalam rumus :

¶     Angka Kematian Khusus Menurut Umur Tertentu (Age Specific Death Rate = ASDR)

Angka kematian khusus menurut umur tertentu dapat digunakan untuk mengetahui kelompok-kelompok usia manakah yang paling banyak terdapat kematian. Umumnya pada kelompok usia tua atau usia lanjut angka ini tinggi, sedangkan pada kelompok usia muda jauh lebih rendah.

Rumusnya:

¶          Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate = IMR)


Angka kematian bayi
adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian bayi tiap seribu bayi yang lahir.

Bayi adalah kelompok orang yang berusia 0-1 tahun.
Rumusnya:

Besarnya angka kematian bayi dapat dijadikan petunjuk atau indikator tingkat kesehatan dan kesejahteraan penduduk.

Pada umumnya bila masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang rendah maka tingkat kematian bayi tinggi.

Selain perhitungan di atas sering dihitung pula angka kematian ibu waktu melahirkan dan angka kematian bayi baru lahir.

Untuk angka kematian bayi ukurannya sebagai berikut:
- Rendah, jika IMR antara 15-35.
- Sedang, jika IMR antara 36-75.
- Tinggi, jika IMR antara 76-125.

2.            Kelahiran ( Natalitas )

Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas)

Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:

  • Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
  • Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
  • Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
  • Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
  • Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.

Faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar.
Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:

  • Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
  • Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
  • Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
  • Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke – 2.
  • Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.

Faktor – faktor penunjang tingginya angka natalitas dalam suatu negara antara lain :

1.Kepercayaan dan agama
Faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB. Ada agama atau kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan penganutnya mengikuti KB. Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding bila peserta KB banyak

2.Tingkat pendidikan
Semakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang berarti pula penundaan kelahiran. Selain itu pendidikan mengakibatkan orang merencanakan jumlah anak secara rasional.

3.Kondisi perekonomian
Penduduk yang perekonomiannya baik tidak memikirkan perencanaan jumlah anak karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya. Jika suatu negara berlaku seperti itu maka penduduknya menjadi banyak.

4.Kebijakan pemerintah
Kebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada pembatasan kelahiran atau penambahan jumlah kelahiran. Selain itu kondisi pemerintah yang tidak stabil misalnya kondisi perang akan mengurangi angka kelahiran

5.Adat istiadat di masyarakat
Kebiasaan dan cara pandang masyarakat mempengaruhi jumlah penduduk. Misalnya nilai anak, ada yang menginginkan anak sebanyak-banyaknya, ada yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan atau sebaliknya, sehingga mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau sebaliknya.

6.Kematian dan kesehatan
Kematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi. Kesehatan yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup dan kematian bayi yang rendah akan menambah pula jumlah kelahiran.

7.Struktur Penduduk
Penduduk yang sebagian besar terdiri dari usia subur, jumlah kelahiran lebih tinggi dibandingkan yang mayoritas usia non produktif (misalnya lebih banyak anak-anak dan orang-orang tua usia).

Untuk menentukan jumlah kelahiran dalam satu wilayah digunakan angka kelahiran (Fertilitas). Angka kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.

Pengukuran Fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut :

  1. Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyak bayi – bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran, tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
  2. Wanita mempunyai kemungkinan melahiran dari seorang anak ( tetapi meninggal hanya sekali )
  3. Makin tua umur wanita tidaklah berarti, bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun.
  4. Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melakukan.

Ada dua istilah asing yang kedua – duanya diterjemahkan sebagai kesuburan, yaitu :

  1. a. Facundity ( kesuburan )

Facudity adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.

  1. b. Fertility ( fertilitas )

Fertility adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita.

  1. 1. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate)
    Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:

Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk, padahal yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita.

  1. 2. Angka Kelahiran Menurut Kelompok Umur (Age Specific Fertiliy Rate = ASFR )
    Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:

Dengan rumus tersebut kita dapat mengetahui kelompok umur mana yang paling banyak terjadi kelahiran.

3.            Migrasi

Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja.

Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu :

1.      Persediaan sumber daya alam

2.      Lingkungan social budaya

3.      Potensi ekonomi

4.      Alat masa depan

Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.

B.KEBUDAYAAN dan KEPRIBADIAN

s       Kebudayaan

·        Definisi Kebudayaan Menurut para Ahli

Berikut ini definisi-definisi kebudayaan yang dikemukakan beberapa ahli :

1. Edward B. Taylor

Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.

2. M. Jacobs dan B.J. Stern

Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, Ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan sosial.

3. Koentjaraningrat

Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar.

4. Dr. K. Kupper

Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.

5. William H. Haviland

Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.

6. Ki Hajar Dewantara

Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

7. Francis Merill

  • Pola-pola perilaku yang di hasilkan oleh interaksi social
    • Semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi simbolis.

8. Bounded et.al

Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat. Pesan-pesan tentang kebudayaan yang di harapkan dapat di temukan di dalam media, pemerintahan, intitusi agama, sistem pendidikan dan semacam itu.

9. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)

Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.

10. Robert H Lowie

Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.

11. Arkeolog R. Seokmono

Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.

Kesimpulan

Dari berbagai definisi di atas, dapat diperoleh kesimpulan mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide gagasan yang terdapat di dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi social, religi seni dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

  • Perubahan Sosial dan Perubahan Kebudayaan

1. Pengertian

Perubahan Sosial adalah perubahan dalam masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial, nilai, sikap,dan pola perilaku individu dan kelompoknya.

Perubahan Kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama pada berbagai bidang kehidupan dalam masyarakat bersangkutan. Contoh : perubahan konsep tata susila dan moralitas,emansipasi wanita, bentuk seni, mata pencaharian.

Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.

2. Faktor-faktor

  1. Faktor Intern Penyebab Perubahan Masyarakat
    1. Bertambah atau berkurangnya penduduk
    2. Penemuan-penemuan baru
    3. Konflik dalam masyarakat
    4. Pemberontakan (revolusi) dalam tubuh masyarakat
  1. Faktor Ekstern Penyebab Perubahan Masyarakat
    1. Faktor alam fisik yang ada di sekitar masyarakat
    2. Peperangan
    3. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
    4. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial

Soerjono Soekanto dalam bukunya Sosiologi Suatu Pengantar menyatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat mendorong dan menghalangi terjadinya perubahan-perubahan dalam masyarakat.

  1. Faktor-Faktor Pendorong Perubahan
    1. Kontak dengan kebudayaan lain
    2. Sistem pendidikan yang maju
    3. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju
    4. Toleransi terhadap perubahan-perubahan yang menyimpang
    5. Sistem pelapisan sosial terbuka
    6. Penduduk heterogen
    7. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
    8. Orientasi ke masa depan
    9. Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtisar untuk memperbaiki hidupnya
  1. Faktor-Faktor Penghalang Perubahan
    1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
    2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
    3. Sikap masyarakat yang sangat tradisional
    4. Vested interest atau kepentingan-kepentingan yang tertanam kuat
    5. Prasangka (prejudice) terhadap hal-hal baru
    6. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan terhadap intergrasi masyarakat jika terjadi perubahan
    7. Hambatan ideologis
    8. Adapt atau kebiasaan

Adanya nilai yang menganggap bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki.

3. Dampak dari perubahan sosial budaya

a. Dekadensi Moral

Dekdensi Moral adalah menurun atau merosotnya moral seseorang yang ditunjukkan dari perilakunya yang bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Contoh : perubahan selingkuh dengan orang lain selain dengan pasangan resmi.

b. Konsumerisme

Konsurisme adalah pandangan yang diikuti dengan tindakan atau perbuatan penggunaan barang secara berlebihan. Contoh : Banyak orang yang berbelanja barang mewah untuk kebutuhan tersier.

4. Unsur Kebudayaan

Koentjaraningrat,dengan mengacu pada pendapat Kluckhohn,menggolongkan unsur-unsur pokok yang pada tiap kebudayaan dunia sebagai berikut,

  • Bahasa;
  • Sistem Pengetahuan;
  • Ognisasi sosiak;
  • System peralatan hidup dan teknologi;
  • System mata pencarian hidup;
  • System religi;
  • Kesenian.

s       Kepribadian

Setiap individu memiliki kepribadian melalui sosialisasi sejak dilahirkan. Kepribadian menunjuk pada pengaturan sikap-sikap seseorang untuk berbuat,berpikir dan merasakan,khususnya apabila dia berhubungan dengan orang lain atau menanggapi suatu keadaan.

·        Definisi Kebudayaan Menurut para Ahli

Beberapa definisi menurut para ahli antara lain sebagai berikut :

1.      M.A.W. Brower

Kepribadian adalah corak tingkah laku social yang meliputi corak kekuatan,dorongan,keinginan,opini dan sikap-sikap seseorang.

2.      Theodore M. Newcomb

Kepribadian adalah organisasi sikap-sikap (predispotion) yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku.

3.      J. Milton Yinger

Kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi.

4.      John F. Cuber

Kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang.

1.  Susunan Kepribadian :

a. Pengetahuan

Pengetahuan individu  terisi dengan fantasi, pemahaman, dan konsep yang lahir dari pengamatan dan pengalaman mengenai berrmacam-macam hal yang berbeda dalam lingkungan individu tersebut. Semua itu direkam dalam otak dan sedikit demi sedikit diungkapkan oleh individu tersebutdalam bentuk perilaku.

b. Perasaan

Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang menghasilkan penilaian positif atau negatif terhadap sesuatu. Bentuk penilaian itu dipengaruhi oleh pengetahuannya. Oleh karena itu, perasaan selalu bersifat subjektif karena adanya unsure penilaian tadi, yang bisa jadi berbeda dengan penilaian orang lain. Perasaan mengisi penuh kesadaran manusia tiap saat dalam hidupnya.

c. Dorongan naluri

Dorongan naluri dalah kemauan yang sudah merupakan naluri pada setiap manusia. Sedikitnya ada tujuh macam dorongan naluri,  yaitu :

·        Dorongan untuk mempertahankan hidup;

·        Dorongan seksual;

·        Dorongan untuk mencari makan;

·        Dorongan untuk bergaul dan berinteraksi dengan sesama manusia;

·        Dorongan untuk meniru tingkah laku sesamanya;

·        Dorongan untuk berbakti;

·        Dorongan akan keindahan bentuk, warna, suara, dan gerak

2. Faktor-faktor Pembentuk Kepribadian

a.       Faktor Biologis ( ciri-ciri fisik )

Semua manusia yang normal memiliki persamaan biologis tertentu,seperti memiliki panca indera,kelenjar seksual dan otak yang rumit. Persamaan biologis ini membantu menjelaskan beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku semua orang. Setiap warisan biologis seseorang bersifat unik. Artinya,tidak seorangpun yang memilki karakteristik yang sama,bahkan anak kembar sekalipu. Hal ini juga mempengaruhi kepribadian seseorang adalah kematangan biologis.

b.      Faktor Geografis ( iklim dan bentuk muka bumi )

Lingkungan fisik atau lingkungan geografis sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang.

c.       Faktor Kebudayaan Khusus

Perbedan kebudayaan dalam setiap masyarakat sangat mempengaruhi kepribadian seseorang. Meskipun demikian,para ahli sosiolgi menyarankan untuk tidak membesar-besarkan msalah ini. Misalnya,kebudayaan petani,kebudayaan kota,kebudayaan industri tentu memperlihatkan corak kepribadian yang berbeda-beda.

d.      Faktor Pengalaman Kelompok

Kelompok sangat berpengaruh dalam perkembangan kepribadian seseorang dibedakan menjadi dua,yaitu;

S       Kelompok acuan ( kelompok referensi )

S       Kelompok majemuk

e.       Faktor Pengalaman Unik

Menurut  Paul B.Horton, kepribadian tidak dibangun menyusun peristiwa di atas peristiwa lainnya. Arti dan pengaruh suatu pengalaman tergantung pada pengalaman-pengalaman yang mendahuluinya. Pengalaman-pengalaman yang unik akan mempengaruhi kepribadian seseorang. Kepribadian berbeda-beda antar satu dengan yang lainnya karena pengalaman yang dialamai seseorang itu unik dan tidak ada seorang pun yang dapat menyamainya.

s       Kebudayaan dan Pengaruhnya Terhadap Kepribadian

Berdasarkan akar kata bahasa Sansekerta dari kata culture. ,kebudayaan berarti hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Kebudayaan merupakan karakter suatu masyarakat,bukan karakter individual.

Budaya mempengaruhi perilaku dan kepribadian individu secara langsung karena individu tinggal dalam lingkungan masyarakat yang memiliki kebudayaan itu.

Ciri-ciri dari unsur kepribadian seorang individu dewasa sebenarnya sudah tertanam kedalam jiwa seorang anak sejak awal,yaitu pada masa kanak-kanak melalui proses sosialisasi. Koentjaraningrat menyatakan bahwa kepribadian adalah watak khas seorang yang tampak dari luar sehingga orang luar memberikan kepadanya suatu identitas khusus. Identitas khusus tersebut kemudian diterima dari warga masyarakatnya. Jadi,terbentuknya kepribadian dipengaruhi oleh faktor kedaerahan,cara hidup di kota atau di desa, agama,profesi, atau kelas sosial.

Kepribadian umum adalah pola-pola kebudayaan sendiri yang tidak dimiliki oleh masyarakat lainnya,yang berlainan dari satu masyarakat dengan masyarakat lain.

Kepribadian dasar adalah kepribadian yang mendapat pengaruh lingkungan kebudayaan setempat yang sama selama masa pertumbuhannya.

Suatu kebudayaan sering memancarkan suatu watak khas yang tampak dari pihak luar dari gaya tingkah laku masyarkatnya, kegemaran-kegemaran mereka, dan berbagai benda hasil karya mereka.

Pada tiap-tiap masyarakat terdapat pola-pola kebudayaan sendiri yang tidak dimiliki oleh masyarakat lainnya. Dari sini akan muncul karekteristik kepribadian suatu masyarakat.

Demikianlah jika kepribadian suatu masyarakat dilihat oleh orang di luar masyarakat kebudayaan itu.

top